Mobil Milik Wartawan di Jayapura Dirusak saat sedang Diparkir

Kamis, 22 April 2021 17:51 Reporter : Ya'cob Billiocta
Mobil Milik Wartawan di Jayapura Dirusak saat sedang Diparkir Wartawan. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Jurnalis yang juga Pemimpin Umum Tabloid Jubi, Victor Mambor diduga mengalami intimidasi dan teror dari orang tidak bertanggung jawab. Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireeuw mengatakan, tindakan teror dan intimidasi ini diangap sebagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan mengancam kebebasan pers di Papua dan secara luas di Indonesia.

"Diduga kuat, teror yang dialami Victor terkait pemberitaan Tabloid Jubi yang tidak disukai pihak tertentu, ini merupakan rentetan dari sejumlah serangan terhadap Victor maupun Tabloid Jubi yang terjadi sebelumnya," kata Lucky Ireeuw, Kamis (22/4). Dikutip dari Antara.

Berdasarkan data kronologis kejadian, mobil Isuzu DMax (Double Cabin) milik Victor Mambor yang diparkir di tepi jalan di samping rumahnya didapati telah dirusak oleh orang pada Rabu (21/4). Perusakan terjadi pada dini hari yang diperkirakan antara pukul 00.00 hingga pukul 02.00 WIT.

Kerusakan terjadi pada kaca depan mobil, yang diduga dipukul dengan benda tumpul hingga retak, dan kaca mobil sebelah kiri (kaca depan dan belakang) yang dipukul yang diduga dengan benda tajam hingga hancur. Selain itu pintu depan dan belakang sebelah kiri dicoret-coret dengan cat pilox berwarna jingga.

Menurut Lucky, sejumlah serangan sebelumnya yakni melalui digital, doxing, dan penyebaran flyer di media sosial yang kontennya menyudutkan Tabloid Jubi maupun Victor Mambor, mengadu domba, dan tuduhan untuk mengkriminalkan media maupun pribadi Victor.

"Atas kejadian yang dialami rekan kami Victor Mambor, maka AJI Jayapura menyatakan sikap mengecam teror dan intimidasi yang dilakukan terhadap Victor Mambor dan Tabloid Jubi dan meminta siapapun yang melakukannya untuk segera menghentikannya," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya juga meminta Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri dan jajarannya untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelakunya serta mengimbau kepada semua pihak untuk tetap menjadikan hukum sebagai panglima dalam merespon sesuatu terkait pemberitaan pers.

"Aktivitas pers yang dilakukan Tabloid Jubi dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, di dalamnya telah diatur jika ada pihak yang keberatan dengan pemberitaan bisa menyampaikan 'Hak Jawab' dan jika belum puas bisa dilanjutkan dengan mengadukan kepada Dewan Pers," katanya.

Dia menambahkan pihaknya juga mengimbau semua pihak untuk menghargai kerja-kerja jurnalisme dan menghormati kebebasan pers di Tanah Papua, dan perlu diingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya wartawan dilindungi oleh undang-undang, yakn pasal 8 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan "Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum".

"AJI Jayapura menegaskan jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan di Papua demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat, meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu, seperti pepatah latin menyebutkan 'veritas odium paret' atau kebenaran yang melahirkan kebencian, kami berharap kejadian yang menimpa Victor Mambor tidak terulang lagi bagi jurnalis lain di Papua dan Papua Barat pada masa mendatang," demikian Lucky Ireeuw. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Wartawan
  3. Penyerangan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini