Misteri hilangnya Desiana dan niat ke Palestina

Jumat, 8 April 2016 06:31 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo, Nur Aditya
Misteri hilangnya Desiana dan niat ke Palestina Mahasiswa Universitas Mulawarman. ©2016 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Banyak teka-teki terkait hilangnya Desiana (45). Dosen Fakultas Pertanian di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, itu hampir dua bulan terakhir ini tidak masuk mengajar.

Keluarganya terus mencari tahu keberadaan dosen perempuan golongan III-D itu. Pihak Fakultas Pertanian mencatat, selama Februari 2016 lalu, Desiana hanya masuk kampus sembilan kali. Sementara pada Maret 2016 lalu sampai dengan saat ini, dia tidak pernah masuk kampus sekalipun. Tidak ada yang tahu keberadaannya. Ponselnya pun sudah tidak aktif.

"Kami nilai dia (Desiana) menghilangkan diri. Para dosen, kalau ada kegiatan di luar, pasti melaporkan ke fakultas. Tapi ini tidak. Agak mengherankan," kata Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Awang Yusrani, kepada wartawan di gedung Fakultas Pertanian, Jalan Paser Belengkong, kompleks Universitas Mulawarman, Samarinda, kemarin.

Pengajar di Fakultas Pertanian pun dibuat bertanya-tanya tentang keberadaan Desiana. Termasuk rekan-rekannya yang tinggal di mess dosen. Hilangnya Desiana pun sudah disampaikan kepada keluarganya di Balikpapan.

"Keluarganya juga kaget. Tidak tahu juga keberadaannya. Informasi terakhir, sudah dilaporkan ke kepolisian di Balikpapan. Kalau tidak ada tindak lanjut, akan lapor ke Polda (Polda Kaltim di Balikpapan)," ujar Awang.

Keseharian sang dosen, menurut Awang, berkepribadian tertutup dengan sejawat di fakultas. Namun demikian, kepada mahasiswa, yang bersangkutan layaknya dosen pada umumnya dan termasuk dosen yang tertib.

"Dia tidak pernah bercerita, kalau mungkin ada masalah. Di fakultas, dia tidak pernah bermasalah. Tidak ada gejala aneh, kok drastis hilang seperti ini?" ucap Awang.

"Kalau dalam pemberian materi kepada mahasiswa, bagus saja. Memberikan bimbingan dan praktik, bagus saja. Telepon selularnya sudah tidak bisa dihubungi," tambah Awang.

Meski demikian, Awang menyatakan pihak fakultas tidak langsung memberi sanksi kepada Desiana. Sebab, hal itu mesti dilalui secara prosedural.

"Kami sudah berikan surat peringatan (SP) pertama. Kalau sudah 3 kali SP, tetap tidak diketahui keberadaannya, baru kami akan lapor ke rektorat. Tapi kami juga bingung mau menunjukkan SP itu ke mana," imbuh Awang. [ary] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Orang Hilang
  2. Samarinda
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini