Miris, siswa SD di Serang terpaksa mengerjakan UN di kelas nyaris ambruk

Kamis, 3 Mei 2018 09:46 Reporter : Dwi Prasetya
Miris, siswa SD di Serang terpaksa mengerjakan UN di kelas nyaris ambruk Murid SD di Serang ikuti UN di dalam kelas yang nyaris roboh. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - 10 siswa SDN Bantar Panjang, yang berada di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, melaksanakan Ujian Nasional (UN), dengan ketakutan. Pasalnya, siswa melaksanakan UN di dalam bangunan sekolah nyaris ambruk.

"Karena situasi tenda tidak nyaman panas, makanya memaksakan di bangunan yang sudah parah. Sudah enggak boleh dipakai sebenarnya. Tapi biar anak anak biar nyaman. Pengen ngerasain meja dan bangku baru," ujar Kepala Sekolah Cicih Sri Asih, Kamis (3/5).

Cicih berharap tidak terjadi apa-apa saat UN berlangsung, mengingat kondisi bangunan sekolah yang nyaris ambruk.

"Kami berharap selama jalannya UN tidak terjadi apa-apa. Karena kami risih, suka ada aja (atap sekolah) yang jatuh," ujarnya.

Pihak sekolah sendiri tidak kahwatir kepada siswa dalam menjawab soal ujian, namun yang sangat dikawatirkan jika terjadi jadi musibah saat ujian.

"Biasanya kalau belajar sehari-hari di tenda. Karena UN saja ini, anak anak ingin nyaman. Kalau siswa, saya yakin mereka bisa menghadapi ujian, karena persiapan belajar," lanjutnya.

Cicih mengungkapkan, kondisi bangunan sekolah yang terdiri dari lima ruang kelas dan satu ruangan guru, sudah dalam kondisi rusak sejak tahun 2013. Karena takut roboh, sehari-hari siswa belajar di tenda darurat yang berada di halaman sekokah.

"Inginnya mah belajarnya di bangunan baru. Namun bangunan barunya masih dalam proses lelang," ujarnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini