Minta Maaf, Kades di Subang Jelaskan Soal Kritik ke Jokowi dan Ridwan Kamil

Selasa, 28 April 2020 17:46 Reporter : Bram Salam
Minta Maaf, Kades di Subang Jelaskan Soal Kritik ke Jokowi dan Ridwan Kamil Kades Jalancagak Subang protes bansos. Istimewa

Merdeka.com - Video Kepala Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat viral di media sosial. Dalam video berdurasi 3 menit 38 detik itu, Kepala Desa Indra Zainal Alim menyatakan sikap keberatannya dengan skema dan implementasi pendistribusian bantuan sosial (bansos).

Kades tersebut juga turut meminta perhatian serius mengenai bansos ini dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Setelah videonya viral di sosial media itu, Indra Zainal alim mengaku telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Jokowi, Abdul Halim Iskandar, serta Ridwan Kamil.

Saat dihubungi merdeka.com, Indra Zainal Alim menjelaskan duduk perkara hingga pernyataannya yang divideokan tanggal 27 April menjadi viral.

"Awalnya pagi itu, saya ke kantor ya, saya buka WhatsApp dulu, terus pas dibuka ada statemen gubernur (Ridwan Kamil), bahwa yang kebagian bantuan itu, tidak bisa semuanya, jadi ada klasifikasinya. yang tadinya sebelum dan setelah Covid masih tetap bisa hidup atau mampu, enggak usah. Ini kan beda dengan pembicaraan awal. Karena pada awalnya kata Pak Gubernur siapapun yang terimbas dengan Covid ini, harus mendapat bantuan," kata Indra Zainal Alim, Selasa (28/4).

Dikatakan Indra Zainal Alim, dia semakin dibuat bingung, pasalnya juga mendapat pernyataan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang yang menyampaikan jika pemberian bantuan berdasarkan data terpadu tahun 2014. Sehingga hasil pendataan RT dan RW yang turun langsung ke lapangan tidak digunakan, padahal sudah sesuai dengan kondisi warga yang benar-benar terkena imbas Covid-19.

"Jadi RT dan RW merasa terpatahkan. Jadi bukan ricuh karena bantuannya, karena bantuan mah belum ada yang masuk sama sekali. ini hanya ricuhnya di masalah pendataan," ungkap Indra Zainal Alim.

Dengan kondisi tersebut, dia juga menyampaikan kekhawatirannya, karena hal itu akan berdampak pada kekecewaan masyarakat yang semula sudah didata hingga merasa diberi harapan palsu.

"Artinya saya membuat video itu untuk memberi motivasi, bahwa saya ini membela para RT dan RW, saya marah pada gubernur itu karena memberi semangat pada kalian," jelasnya.

Indra juga menyampaikan jika dia tidak berniat menyudutkan pembuat kebijakan. Sehingga ke depan para pembuat kebijakan tidak lagi plin-plan, sehingga benar-benar berdasar pada kajian agar terstruktur dan sistematis.

"Yang saya katakan ini bukan hoaks. Ketika ada yang berbicara tidak ada apa-apa di bawah, kata siapa? semua desa merasakan. ini saya yakin menjadi problem nasional. Intinya saya mah tidak mempermasalahkan bantuan, tapi sekali lagi di masalah pendataan," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Dana Bansos
  3. Dampak Corona
  4. Subang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini