Minta ditutup, Ganjar ancam pendaki yang naik 7 gunung di Jateng

Sabtu, 31 Oktober 2015 17:38 Reporter : Parwito
Minta ditutup, Ganjar ancam pendaki yang naik 7 gunung di Jateng Ganjar Pranowo di Cemoro Sewu. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah meminta kepada pihak Perhutani, relawan, TNI Polri, tokoh masyarakat dan warga sekitar gunung yang tersebar di tujuh gunung di Jawa Tengah, bila menemukan pendaki gunung yang nekad mendaki disaat marak kebakaran hutan ini diamankan.

"Waktu itu memang kayaknya belum ditutup. Dengan kondisi begitu tidak ada peringatan. Maka kalau sekarang ini sudah ada peringatan mereka nekat mendaki maka akan kita ambil," tegas Ganjar Pranowo saat mendatangi jalur Pendakian Cemoro Kandang di Kawasan Cemoro Sewu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Sabtu (31/10).

Kalau perlu, kata Ganjar, pendaki yang sudah terlanjur mendaki baik melewati posko jalur pendakian resmi maupun jalur tidak resmi yang biasa disebut jalur tikus pendakian langsung dijemput oleh para petugas dan rekan-rekan pendaki yang berjaga di pos-pos jalur pendakian resmi.

"Maka saya bilang kalau teman-teman seperti ini (petugas pos pendakian) punya pengalaman yang lebih dan hebat. Oh ono sing ndaki. Neng kono ono (Disana pendakinya), Terus di petuk langsung didukke (Langsung dijemput dan diturunkan)," tegasnya.

Dari pengalaman Ganjar saat menjadi Ketua Majestic, organisasi pecinta alam Universitas Gadjahmada (UGM) Yogyakarta beberapa pendaki yang sering melakukan pelanggaran saat mendaki ada tiga kategori. Pendaki benar-benar pendaki, pendaki piknik atau sekedar tamsya dan pendaki selfi.

"Saya kira yang melanggar ya pendaki itu kan macam-macam; ada pendaki yang sering mendaki, ada pendaki yang piknik, pendaki yang cuman foto-foto (selfie). Kalau levelnya yang masih pemula, kita bina, kita kasih tahu. Kita catet mas. Jadi harus sampai dari nama ke nama. Kalau itu dari sekolah kita sampaikan pada keluarganya, kita sampaikan pada institusinya. Hingga dia bisa mengerti bahwa ini berbahaya," paparnya.

Selain itu, Ganjar juga menambahkan bahwa sensifitas dan pengetahuan terhadap kondisi cuaca saat mendaki sangat diperlukan oleh pendaki. Hal ini terkait dengan sistem informasi yang disampaikan oleh badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Jika sudah ada peringatan bahaya cuaca jika melakukan pendakian tetap nekad, tindakan dan sangsi keras perlu di berikan pendaki.

"Yang lebih sistematis berikutnya adalah tahun depan tidak boleh begitu. Maka sensitifitas pada cuaca harus melekat pada dirinya. BMKG kita kan selalu dapat informasi. Maka pada saat-saat berbahaya disini harus ada alert serius memperbaiki sistem. Sudah ada peringatan kita tidak boleh melakukan itu dan nggak apa-apa, sekeras itu kita ambil tindakan sekeras itu," pungkasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini