Minat Baca Anak Indonesia di Bawah Malaysia, Ini Tanggapan Mendikbud Nadiem

Rabu, 4 Desember 2019 08:02 Reporter : Merdeka
Minat Baca Anak Indonesia di Bawah Malaysia, Ini Tanggapan Mendikbud Nadiem Mendikbud Nadiem Makarim. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim prihatin dengan hasil survei Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) 2018 yang baru dirilis pada Selasa (3/11).

Hasil PISA 2018 yang dirilis oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) di Paris, posisi bidang baca anak Indonesia berada di peringkat keenam terbawah dengan skor 371. Hasil ini jauh di bawah negara tetangga Malaysia yang mendapatkan skor 415.

Menurut Nadiem, hasil Pisa tersebut harus dijadikan cara pandang baru untuk melihat pendidikan di Indonesia. Meskipun demikian, Nadiem merasa risau dengan perolehan ranking Indonesia dalam Pisa khususnya bidang membaca.

Melihat fakta seperti itu, Mendikbud merasa perlu adanya perubahan cara pandang bangsa Indonesia dalam membaca. Menurut dia, budaya literasi bukan hanya dilakukan dengan cara-cara konvensional, yaitu melalui buku. Namun bisa melalui berbagai cara yang kita senangi.

"Mungkin kaya main games ya. Bapak-bapak, Ibu-ibu pernah main games, iya kan," kata Nadiem di Kemendikbud, Jakarta, Selasa (3/12).

Nadiem mengatakan, seseorang bisa lebih baik mengasah keahlian membaca serta memahami isi bacaan jika literasi dilakukan dengan rasa senang.

"Nah perlunya literasi itu di situ. Bukan dipangkas mengikuti ini struktur kata," ucap dia.

1 dari 1 halaman

Pengalaman Pribadi

Nadiem pun mengisahkan pengalaman pribadinya dalam belajar bahasa. Dia menyebutkan bahwa saat belajar bahasa, baik Inggris maupun Indonesia ia mempelajarinya dari sesuatu yang ia gemari.

"Saya belajar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia pun tidak dengan diajarin tapi dengan mencintai materi buku, film dan games di mana bahasa itu menjadi paham," tukas Nadiem.

Nadiem sendiri tidak merasa heran dengan hasil Pisa tersebut. Menurut jauh hari ini telah diingatkan akan masalah literasi ini.

"Pisa ini hanya mengonfirmasi. Saya melihat lebih banyak detailnya dari pada semua guru-guru, kepala sekolah, bahkan dirjen-dirjen saya pun mengingatkan ini masalah literasi sangat penting. Karena kita sedang mengalami krisis literasi," pungkasnya.

Reporter: Yopi Makdori [gil]

Baca juga:
Mendikbud Nadiem Minta Sosok Ayah Tak Cuma Sibuk Cari Duit
Jawaban Menohok Nadiem Makarim Ditanya Kekayaan dan Gaji Menteri
Jokowi: Nadiem Makarim Belum Minta Wakil Menteri
Soal Kualitas & Kuantitas Guru, Nadiem Lempar ke Pemerintah Daerah
Cerita Nadiem Sempat Takut Saat Menulis Naskah Pidato Hari Guru
Penghapusan Ujian Nasional Tak Bisa Dilakukan 2020
Nadiem Mau Hapus UN, Komisi X DPR Ingatkan Ada UU Sisdiknas

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini