'Militer dan Kampus Berbeda, Tidak Bisa Dipertemukan'
Peristiwa prajurit TNI masuk ke lingkungan kampus terjadi setelah Revisi Undang-Undang (RUU) TNI disahkan.
Peristiwa prajurit TNI masuk ke lingkungan kampus terjadi setelah Revisi Undang-Undang (RUU) TNI disahkan. Setidaknya ada dua kejadian yang direkam publik. Pertama prajurit datangi Universitas Indonesia (UI) di malam hari, ketika sedang dihelat konsolidasi nasional.
Kedua adalah peristiwa ketika prajurit TNI mendatangi diskusi mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang.
Menurut pengamat militer Aris Santoso, tidak apik jika militer turut campur dalam urusan kampus dengan berbagai dalih. Jelas, secara struktural dan kultur juga sudah berbeda.
"Seharusnya militer juga tahu diri. Kampus itu bukan ranah militer," kata Aris dihubungi merdeka.com, Jumat (25/4).
Secara tugas utama saja, TNI berkewajiban menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan. Sementara kampus merupakan tempat mahasiswa bebas berpendapat.
Aris menjelaskan, sudah memiliki Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI yang merupakan pendidikan tertinggi di TNI, yang bertugas untuk mengembangkan perwira TNI menjadi profesional dan handal. Atau Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) lembaga non kementrian yang bertanggung jawab kepada presiden.
"Militer dan kampus adalah entitas yang berbeda, jadi tidak bisa dipertemukan, kampus tempat kebebasan berpendapat. Sementara militer berjalan berdasar perintah atau komando. Tidak ada diskusi dalam institusi militer," tegas dia.
Namun demikian, Aris berpendapat bahwa pelbagai kewenangan TNI, bukan menjadi upaya pembungkaman kepada masyakarat.
"Kalau militer indonesia dari dulu ingin berkuasa secara dominan, menjadi tugas civil society movement. Termasuk pihak kampus untuk terus melakukan perlawanan," terang dia.
Kronologi TNI masuk UI
Kronologi TNI masuk UI terjadi di hari Rabu (16/4). Saat itu sedang berlangsung konsolidasi nasional.
Pukul 20.00 WIB
-Kegiatan Konsolidasi Nasional Mahasiswa resmi dimulai di Pusgiwa UI
-Acara ini dihadiri oleh perwakilan BEM dari berbagai kampus serta organisasi mahasiswa lain dari seluruh Indonesia
-Agenda kegiatan meliputi diskusi, perumusan sikap dan konsolidasi gerakan mahasiswa terhadap berbagai isu kebangsaan
Pukul 23.00 WIB
-Sekitar pukul 23.00 WIB, beberapa anggota TNI berpakaian dan dinas dan menggunakan mobil dinas memasuki area Pusgiwa UI
-Kehadiran mereka mengejutkan para peserta konsolidasi yang saat itu masih berada di lokasi
- Tidak ada interaksi langsung yang bersifat represif, namun kehadiran tentara menimbulkan kekhawatiran dan tanda tanya dari para mahasiswa
Pukul 23.00-00.00 WIB
-Mahasiswa mulai membubarkan diri secara bertahap karena kegiatan telah selesai
-Tak lama setelah mahasiswa bubar, para tentara tersebut juga meninggalkan area kampus
-Tidak terjadi kekerasan fisik, namun situasi ini memunculkan protes dari kalangan mahasiswa yang menilai kehadiran militer di lingkungan kampus sebagai bentuk intimidasi dan pelanggaran terhadap kebebasan akademik.
Dandim Buka Suara
Dandim 0508/Depok akhirnya angkat bicara melalui pesan di kolom komentar. Akun @kodim0508_depok menjawab bahwa kehadirannya saat itu atas dasar undangan dan informasi dari salah seorang mahasiswa.
"Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Dengan segala kerendahan hati, saya Kolonel Inf Iman Widhiarto, Dandim 0508/Depok perlu memberikan klarifikasi terhadap informasi ini. Bahwa kedatangan saya ke Kampus UI pada tanggal 16 April 2025 pukul 21.00 WIB adalah atas dasar undangan dan informasi dari salah seorang Mahasiswa UI, an.F, dan juga Kepala Bagian Pengamanan UI, an. AR, yang disampaikan sekitar pukul 20.00 WIB," tulis Dandim dalam kolom komentar.
Ketika sampai di kampus UI, Iman mengirim pesan mahasiswa yang mengundangnya dan selanjutnya menuju Gedung Pusgiwa. Dandim kemudian dijemput ke parkiran dan diarahkan ke kantin Pusgiwa.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan kehadiran TNI khususnya TNI AD di kampus, semata-mata adanya kesepakatan kerja sama resmi, maupun undangan resmi dalam bentuk materi edukasi bagi para calon mahasiswa, mahasiswa maupun civitas akademika.
"Kami perlu menegaskan bahwa tidak pernah ada kegiatan prajurit TNI di dalam kampus-kampus di Indonesia yang dinarasikan sebagai upaya militerisasi. Kehadiran TNI AD di Kampus selama ini selalu berdasarkan prinsip kerja sama yang sah, bersifat edukatif dan dilakukan atas undangan atau koordinasi dengan pihak kampus," jelas Wahyu Yudhayana.
Kadispenad mengatakan, beberapa isu belakangan ini yang menyatakan bahwa ada berbagai aktivitas TNI di kampus tentunya harus dirunut secara bijak dan berimbang serta dilihat kronologinya.