Miliki Sahabat Shalih, Investasi Akhirat yang Harus Diupayakan

Jumat, 22 Mei 2020 11:19 Reporter : Wuri
Miliki Sahabat Shalih, Investasi Akhirat yang Harus Diupayakan Miliki Sahabat Shalih, Investasi Akhirat yang Harus Diupayakan. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bulan Ramadan adalah momen yang pas untuk berlomba-lomba meraih kebaikan, berkah, dan pahala yang menjadi tabungan di akhirat kelak. Terlebih, di bulan suci ini segala amalan dan ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Ramadan juga menjadi momen pengampunan dosa sehingga umat muslim ibarat terlahir kembali begitu Hari Kemenangan tiba.

Berlomba-lomba dalam kebaikan memang menjadi salah satu tabungan akhirat yang harus disiapkan mulai sekarang. Nah, tahukah kamu kalau bentuk investasi lainnya yang harus diupayakan selama hidup di dunia adalah memiliki sahabat yang shalih? Sosok ini memiliki peranan yang penting, karena bisa membawa kamu pada jalan kebaikan.

Rasulullah sendiri memberikan perumpamaan yang sangat baik tentang teman yang baik dan buruk.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Ada alasan tersendiri mengapa sahabat yang shalih menjadi investasi akhirat yang wajib ada. Salah satunya adalah karena mereka dapat menjadi pemberi syafaat bagi sahabat-sahabat lainnya semasa hidup di dunia.

"Demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Dikisahkan para mukminin inilah yang mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka. Ada yang sudah dibakar sampai betisnya, dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim).

Sementara itu, teman yang zalim tidak memberikan kebaikan bagi umat manusia baik di dunia maupun di akhirat. Mereka pun tidak akan menemukan seseorang yang akan memberikan pertolongan atau syafaat bagi mereka di akhirat kelak.

“Orang-orang yang zhalim tidak memiliki teman setia seorangpun dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya”. (QS. Ghafir: 18).

Di momen Ramadan ini menjadi saat yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Sudah berapa banyak Sahabat Shalih yang dimiliki? Apakah kamu sudah bergabung di komunitas orang-orang shalih? Lihatlah sekeliling, dari sekian banyak teman dan sahabat yang dimiliki, apakah lebih banyak orang shalih atau zalim yang berakhlak buruk?

Yuk, saatnya berinvestasi untuk akhirat dengan memiliki sahabat yang shalih! [wri]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Advertorial

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini