Miliki sabu 25 kg, anggota TNI di Bandung dipenjara seumur hidup

Senin, 16 Mei 2016 17:37 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Miliki sabu 25 kg, anggota TNI di Bandung dipenjara seumur hidup Anggota TNI narkoba di Bandung. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Koptu RA hanya menunduk usai vonis tinggi diterimanya. Sebab, anggota TNI AD ini divonis penjara seumur hidup atas kepemilikan ganja seberat 25 kg. RA dinilai terbukti bersalah karena memiliki barang haram tersebut. Selain penjara seumur hidup, RA juga dipecat dari kesatuannya.

Koptu RA dinilai melanggar Pasal 114 ayat (1) UU No 35 tahun 1999 tentang Narkotika.

Vonis terhadap RA dijatuhkan majelis hakim Kolonel CHK Marwan Suliandi dan dua anggotanya, Letkol CHK Sugiarto serta Letkol CHK (K) Nanik Suwarni, di Pengadilan Militer II-09 Bandung, Senin (16/5).

"Mengadili, menyatakan bersalah pada terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup," kata Kolonel CHK Marwan dalam amar putusannya. Sontak putusan tersebut membuat terdakwa kian tertunduk.

Hukuman yang diterima oleh terdakwa itu lebih tinggi dibandingkan tuntutan yang sebelumnya disampaikan Oditur Militer. Terdakwa sebelumnya dituntut dengan hukuman 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan.

Sebelum memutuskan, Marwan Suliandi menyatakan hal meringankan bagi terdakwa yaitu menyesali perbuatan. Sedangkan yang memberatkan, terdakwa telah melanggar Sapta Marga dan sumpah prajurit, merusak sendi kehidupan, tidak mendukung program pemerintah, merusak generasi muda jika mengonsumsi sabu-sabu dan berbelit dalam persidangan.

"Ini putusan tingkat pertama. Terdakwa punya hak mau menerima/menolak dengan banding. Atau pikir-pikir? Silakan dengan penasehat hukum rundingkan," kata Majelis hakim. Yang dijawab terdakwa lewat kuasa hukumnya dengan pikir-pikir. Adapun Oditur Militer menerima dengan vonis tersebut.

Marwan memaparkan, penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu yang melibatkan terdakwa Koptu RA itu terungkap oleh petugas badan Nasional Narkotika (BNN), Kamis 19 Maret 2015 lalu. Saat itu petugas dari BNN mencurigai adanya kendaraan dan diintainya.

Penggagalan transaksi barang haram seberat 25.225 gram atau lebih dari 25 kilogram itu terjadi Sandiego Hills, area pemakaman mewah di Karawang.

Dari tempat kejadian perkara (TKP), petugas BNN mengamankan dua orang yaitu AP dan MH. Dari hasil pengembangan, kemudian mengarah kepada Koptu RA. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. TNI Narkoba
  2. Kasus Narkoba
  3. Bandung
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini