Mewujudkan Kota Tangerang LIVE

Jumat, 15 Desember 2017 11:49 Reporter : Hery H Winarno
Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Siang ini jadwal Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah begitu padat. Namun demikian pria berusia 40 ini masih energik saat menerima beberapa media yang ingin melakukan wawancara khusus termasuk dengan tim merdeka.com di ruang kerjanya.

Turun dari mobil dinasnya, Wali Kota langsung menuju toilet untuk sekadar membasuh muka. Tak lama berselang dengan wajah yang sudah terlihat segar, dia segera menemui beberapa awak media di ruang tunggu media centre Pemkot Tangerang. Salam hangat dan penuh keakraban pecah di ruang kaca seluas 3 x 5 meter itu.

Kepada merdeka.com, Arief pun membeberkan sejumlah program kerja yang sudah dia lakukan sejak memimpin Kota Tangerang. Arief resmi menjabat sebagai Wali Kota Tangerang sejak 24 Desember 2013 bersama wakilnya, Sachrudin.

Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah 2017 Merdeka.com/imam buhori


"Program itu kan sebenarnya adalah harapan masyarakat. Dan harapan masyarakat itu tidak bisa tersegmented dalam satu urusan, makanya Pemkot punya program Tangerang LIVE," ujar Arief membuka obrolan dengan merdeka.com, Kamis (14/12) kemarin.

LIVE yang dimaksud Arief adalah sebuah akronim yakni Liveable, Investable, Visitable dan E-City. Arief pun menjabarkan satu persatu program unggulannya itu. Liveable artinya kota layak huni yang pro rakyat. program ini bertujuan menciptakan kota yang layak huni dengan mengedepankan beberapa program, yaitu Tangerang Terang, Tangerang Bersih, Tangerang Berkebun, Tangerang Sehat, Tangerang Hijau, penyediaan tenaga siap kerja, penyediaan rumah sehat, pasar sehat, energi ramah lingkungan, penyediaan air bersih, penyediaan transportasi publik, penyediaan keamanan dan ketertiban, industri hijau, penyediaan sarana wisata, penyediaan sarana olahraga dan komunitas, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan penyediaan fasilitasi seni dan budaya.

Kota Tangerang 2017 Merdeka.com


Ada beberapa capaian yang sudah dijalankan oleh Pemkot Tangerang untuk program layak huni. Misalnya program bedah rumah. Di tahun 2014, bedah rumah baru menyasar 52 unit. Di tahun 2015 menjadi 1.107 unit. Tahun 2016, 1.405 rumah tidak layak juga dibedah dan dipercantik sedangkan ditahun 2017 sudah 1.800 lebih rumah dipercantik.

Tak cuma bedah rumah, perbaikan jalan lingkungan, program Tangerang terang juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga program pengurangan titik banjir dan taman tematik. Sejak 2015 sudah 28 taman tematik dibangun oleh Pemkot Tangerang.

"Investable atau layak investasi merupakan program yang memberikan fasilitasi bisnis, industri dan layanan jasa. Kota Tangerang memiliki potensi bisnis yang besar mengingat aksesibilitas lokal, regional, dan internasional yang sangat baik. Kota Tangerang memiliki potensi penyediaan fasilitas sektor perindustrian mengingat selama ini dikenal sebagai Kota 1000 Industri dan sejuta jasa," ujar Arief yang siang kemarin mengenakan kemeja batik.

Sejumlah inovasi juga telah dilakukan dalam bidang perizinan dan penanaman modal. Teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat juga dimanfaatkan oleh Pemkot Tangerang. Masyarakat kini bisa mengajukan izin secara online lebih dari 20 jenis izin melalui aplikasi Tangerang LIVE yang dapat diunduh di google playstore.

Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah 2017 Merdeka.com/imam buhori


Visitable, Kota Tangerang layak kunjung. Kota Tangerang memiliki beberapa destinasi wisata dan masih terus mengembangkan dan saat juga digali potensi wisata yang ada. Beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Tangerang di antaranya adalah, wisata alam Sungai Cisadane dan Danau Cipondoh. Wisata religi yakni Masjid Pintu Seribu, Masjid Kali Pasir, Masjid Raya Al Azhom, Vihara Bontek Bio dan masih banyak lagi seperti wisata kuliner, wisata budaya dan lainnya.

"Keempat kita ada E-city atau smart city. Ini merupakan program yang mengedepankan akses komunikasi yang baik, cepat, dan pintar (smart). Program yang dikedepankan berupa e-government, e-procurement, e-communities, e-registration, penyediaan wifi publik, CCTV traffic control, call center, social media, ekonomi kreatif, fiber optic infrastructure, dan digital village. Unggul dalam pengelolaan Kota Pintar," kata Arief.

Aplikasi yang telah dibangun oleh pemerintah Kota Tangerang hingga saat ini sebanyak 167 aplikasi termasuk di dalamnya termasuk di dalamnya e-pemerintahan, e-publik, e-kesehatan, e-pendidikan, e-logistik dan e-pengadaan.

Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah 2017 Merdeka.com/imam buhori

"Masyarakat kita sudah banyak yang memanfaatkan smartphone dalam kehidupan sehari-harinya. Maka pemerintah kota ingin memfasilitasi pemanfaatan teknologi informasi di dalam pelayanan-pelayan di pemerintah kota," ujar Arief.

[hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Highlight
  2. Tangerang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.