Meski status waspada, wisata di lereng Merapi tetap jadi primadona

Selasa, 19 Juni 2018 04:02 Reporter : Purnomo Edi
Meski status waspada, wisata di lereng Merapi tetap jadi primadona Wisata lereng Merapi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Status Gunung Merapi yang masih berada di level waspada tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung. Sejumlah objek wisata yang berada di lereng Gunung Merapi masih menjadi rujukan wisatawan yang tengah menikmati libur Lebaran di Yogyakarta.

Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi adalah Lava Tour. Dengan mengendarai jip-jip, wisatawan bisa menikmati pemandangan dan menjelajah lereng Gunung Merapi.

Salah seorang wisatawan, Budi Novianto (40) menyampaikan dirinya dan keluarga sengaja datang ke wisata Lava Tour. Bahkan, Lava Tour dipilih wisatawan asal Lampung ini sebagai objek wisata pertama untuk menghabiskan masa libur Lebarannya bersama keluarga di Yogyakarta.

"Baru datang (ke Yogyakarta) langsung ke sini. Belum sempat ke mana-mana. Tidak takut sih meski waspada. Penasaran saja," ujar Budi, Senin (18/6) di Lava Tour.

Senada dengan Budi, Yusuf Auliawan wisatawan asal Surabaya juga sengaja menghabiskan waktu libur Lebaran bersama keluarga di Lava Tour. Sensasi menaiki jip dengan pemandangan panorama Gunung Merapi menjadi daya tarik bagi Yusuf hingga memilih berlibur di Lava Tour.

"Seru. Naik jip sama anak-anak terus lihat pemandangan Gunung Merapi. Pemandangannya bagus. Rute jalan yang dilewati juga asyik. Meskipun masih berstatus waspada, gak takut kok," tutur Yusuf.

Sementara itu, salah seorang koordinator komunitas jip di Kinahrejo, Wanti menjabarkan, selama libur Lebaran, wisatawan tetap datang ke Lava Tour. Selama libur Lebaran, 46 jip yang dikelola oleh komunitasnya selalu beroperasi dan dipesan wisatawan untuk berkeliling di Lereng Gunung Merapi.

"Harga sewa jip pada libur Lebaran ini tak ada perubahan dengan hari biasa. Yaitu dari mulai Rp 350.000 hingga Rp 550.000. Tergantung jarak dan tempat yang dikunjungi," ungkap Wanti.

Meskipun tetap ramai dikunjungi tetapi Wanti menilai jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan dibandingkan libur Lebaran tahun kemarin. Penurunan wisatawan dirasakan utamanya wisatawan mancanegara.

"Memang cukup ramai kunjungan, tapi agak menurun dibandingkan Lebaran tahun lalu. Terutama wisatawan mancanegara seperti dari Eropa dan Asia. Penurunan wisatawan bukan hanya karena status Merapi yang waspada. Namun lebih pada peristiwa teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu," tutup Wanti. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini