Meski lega sudah bebas, Pollycarpus siap jika kasusnya dibuka lagi

Rabu, 29 Agustus 2018 13:41 Reporter : Aksara Bebey
Meski lega sudah bebas, Pollycarpus siap jika kasusnya dibuka lagi Polycarpus. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pollycarpus Budi Hari Priyanto mengaku lega setelah dinyatakan bebas murni. Meski begitu, mantan terpidana kasus pembunuhan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib, itu mengaku siap jika kasus dibuka kembali.

Hal itu disampikannya usai mengambil surat pengakhiran bimbingan Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu (29/8). "Senang, sudah enggak ada beban lagi," ujar Pollycarpus.

Di hadapan wartawan, Pollycarpus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang istri, Yosepha Hera Indaswari yang sudah mengurus segala urusan rumah tangga, termasuk pendidikan anak-anaknya.

"Anak-anak saya bisa menyelesaikan sekolah dengan baik atas perjuangan istri saya yang tabah," katanya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan kasusnya dibuka kembali, Polycarpus menyatakan kesiapannya. "Siap, siap. ‎Kalau memang belum puas yah silakan saja tapi kalau saya sendiri sudah close," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku sudah melupakan kasus yang menimpanya. Saat ini fokus utamanya adalah meniti karir kembali di dunia penerbangan. Pollycarpus pun belum punya rencana untuk menemui istri dari Munir, Suciwati.

"Saya fokus dengan kerjaan. Saya gak mikirin itu lagi sudah berlalu kita sudah jalani. Saya ngedatengin (Suciwati) keperluannya apa? Tapi ketemu siapa saja boleh, enggak apa-apa," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung, Hardjani Pudji Astini mengatakan Pollycarpus telah memenuhi syarat untuk mendapatkan pembebasan murni. Selama bebas bersyarat, Pollycarpus disebut kooperarif menjalani bimbingan dan melaksanakan wajib lapor.

"kalau yang bersangkutan tidak tepat waktu misalkan ada di Papua tetap berkoordinasi dengan kita. Tapi kalau beliau di Jakarta atau Bandung dia tetap melapor," kata Hardjani di Kantor Balai Pemasyarakatan, Kota Bandung, Rabu (29/8).

Pembimbing Kemasyarakatan Madya pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung, Budiana mengatakan, Polycarpus sudah jadi manusia yang merdeka.

"Sudah merdeka," katanya singkat.

Polycarpus sendiri adalah pilot Garuda Indonesia yang bertugas di dalam pesawat dalam penerbangan dari Indonesia ke Belanda via Singapura, saat Munir Said Thalib didapati jatuh sakit dan kemudian meninggal dalam perjalanan awal September 2004.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhi pidana pada Polycarpus dengan pidana 14 tahun penjara. Namun jaksa mengajukan upaya hukum ke Mahkamah Agung hingga mantan pilot Garuda Indonesia itu hukumannya ditambah jadi 20 tahun.

Ia kemudian mengajukan PK yang kemudian dikabulkan ke Mahkamah Agung (MA) dengan pengurangan pidana kembali menjadi 14 tahun pada 2013. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini