Meski di rumah, Arya diminta tetap jalankan program diet

Senin, 18 Juli 2016 16:21 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Meski di rumah, Arya diminta tetap jalankan program diet Arya berangkat sekolah. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Arya Permana (10), bocah yang mengalami obesitas ekstrem pulang sejak Sabtu (16/7) lalu dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Rumah sakit pelat merah itu pun mengingatkan agar orang tua Arya menjalankan program diet yang sudah dilakukan saat dirawat.

"Meski sekarang sudah di rumah, kita akan pantau terus. Besok atau lusa kita akan melihat ke sana. Kita juga selalu berkoordinasi dengan Dinkes setempat," kata Ketua Tim Dokter Perawatan Arya Permana, dr Julistio T B Djais, di RSHS Bandung, Senin (18/7).

Julistio mengakui Arya meninggalkan RSHS lantaran pasien dengan bobot hampir dua kuintal ini tidak betah menjalani perawatan.

"Kita bisa pahami anak sangat ingin pulang, ingin bertemu dengan teman-temannya, ingin sekolah. Lalu keluarga juga sudah ada gambaran. Sehingga anak sudah bisa dirawat di rumah," jelasnya.

Dia menerangkan, selama enam hari menjalani perawatan di RSHS baik Arya maupun kedua orang tuanya sudah mendapatkan program diet dan pelatihan. berat badan terakhir Arya 186 kilogram, di mana sebelumnya hampir menyentuh 190 kilogram.

Orang tua Arya dinilai sudah paham cara memberi makan yang baik kepada Arya. Sehingga saat di rumah, orang tua Arya tinggal melanjutkan program diet yang sebelumnya diberikan tim dokter.

Selama menjalani perawatan, lanjut Julistio, Arya cukup kooperatif. Dia menuruti program yang diberikan tim dokter hingga olahraga rutin. Arya sudah mampu berjalan 100 meter di lorong rumah sakit. Juga tidak rewel saat diberi makanan dengan porsi tertentu.

"Malah Arya semangat menjalani program. Setelah jalan ia ingin langsung ditimbang melihat penurunan berat badannya," jelasnya.

Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr Nucki Nursamsyi SpOT menambahkan, Arya seharusnya menjalani perawatan selama dua minggu. "Tapi penanganan kita cukup signifikan. Kabar terbaru pagi ini dia sudah sekolah, bisa jalan kaki ke sekolah," ujarnya.

Arya, sambung dia, tidak lagi mengeluh sesak setelah berjalan maksimal 100 meter. Keluhan sulit tidur juga tidak ada.

"Mengenai pemeriksaan tambahan tentang penyebab, sudah kita laksanakan pengambilan sampel darah dan pemeriksaan lainnya. Hasil akan diketahui beberapa minggu lagi," tandasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Arya Bocah Obesitas
  2. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini