Mereka yang Tak Sarankan Sanak Saudara Adu Nasib di Jakarta

Senin, 10 Juni 2019 13:32 Reporter : Merdeka
Mereka yang Tak Sarankan Sanak Saudara Adu Nasib di Jakarta Arus balik di Stasiun Gambir. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Moment Idul Fitri sering digunakan pemudik untuk mengajak sanak saudara di kampung halaman untuk mengadu nasib di Ibu Kota dengan iming-iming hidup enak. Namun, Tak semua pemudik tertarik mengajak sanak saudara mengadu nasib di Jakarta.

Seperti Ntis Sutisna, pemudik asal Cipanas Jawa Barat. Ia tak menganjurkan saudaranya untuk mencoba peruntungan ke Ibu Kota. Meski, latar belakang Ntis adalah seorang pengusaha percetakan.

"Saya pikir kalau untuk coba-coba jangan ya. Kecuali sudah dapat kerjaan. Tak apalah," ujar dia kepada Liputan6.com saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Senin (10/6).

Menurut Ntis, mencari rezeki tak melulu harus menetap di Jakarta. Di kampung halaman pun ada peluang meraih kesuksesan. Ntis mencontohkan pada keluarga besarnya sendiri.

"Di Cipanas banyak orang-orang Arab. Itu dijadikan peluang oleh saudara saya. Mereka banyak yang buka rental mobil atau pemandu wisata," ucap Ntis.

Bahkan, ada dari saudaranya yang sudah punya berbagai usaha. "Kami tahunya pas kemarin ngumpul di kampung," terang dia.

Sependapat, Munajat (42) juga tak mengajak saudaranya ke Jakarta. Munajat berasal dari Majalengka. Lebaran tahun ini mudik ke tempat istrinya di Kebumen, Jawa Tengah.

Menurut dia, lebih baik berwirausaha di kampung halaman ketimbang harus ke Jakarta.

"Enggak-lah (ngapain ajak saudara) di sini susah cari kerja mending wirausaha di kampung," ucap dia.

Munajat bersama keluarganya memilih balik pada hari ini karena besok sudah masuk kerja. Ia kerja di daerah Jati Lancar, Tangerang.

"Ya ini ini terakhir libur. Jadi bisa istirahat sebentar di rumah," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini