Mereka yang patahkan nyinyiran Fahri soal kemewahan pernikahan Kahiyang

Kamis, 9 November 2017 05:25 Reporter : Henny Rachma Sari
Pernikahan Kahiyang-Bobby. ©2017 istimewa

Merdeka.com - Sekitar 4.000 tamu undangan akan hadir dalam pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Segala persiapan dilakukan untuk memastikan pernikahan Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini. Rangkaian prosesi adat mulai dari pemasangan 'bleketepe', midodareni, siraman hingga puncaknya ijab kabul dan resepsi akan dilalui si empunya hajat, keluarga besar Jokowi.

Graha Saba Buana dipilih untuk menghelat pernikahan Kahiyang, lokasi yang sama saat menikahkan Gibran Rakabuming, 2015 silam.

Untuk jamuan para tamu, kedua mempelai mempercayakan kepada Gibran, kakak sulung Kahiyang. Untuk diketahui, suami Selvi Ananda itu mempunya usaha ketring yang memang sudah dirintis sejak tahun 2010. Menu tradisional khas Jawa menjadi andalannya.

Tak lupa, Gibran juga menyiapkan martabak Markobar 16 rasa sekaligus. Rupanya selain menyiapkan urusan makanan, Gibran juga mengatur dekorasi hingga pembawa acara.

Sayangnya, momen bahagia Kahiyang-Bobby mendapat kritikan pedas dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Ia menilai pernikahan tersebut terlalu mewah. Hal itu berbenturan dengan revolusi mental yang digadang-gadang Jokowi.

Salah satunya soal menyelenggarakan pesta pernikahan yang tidak berlebihan dan mewah. Dia ingat betul munculnya surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2014 itu menjelaskan tentang Gerakan Hidup Sederhana. Isi dari SE nomor 13 tahun 2014 tersebut memuat beberapa poin penting, di antaranya mulai 1 Januari 2015, aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara diimbau membatasi jumlah undangan resepsi penyelenggaraan acara. Seperti pernikahan, tasyakuran, dan acara sejenis lainnya dengan maksimal 400 undangan, serta membatasi jumlah peserta yang hadir tidak boleh lebih dari 1.000 orang.

"Cuma kan dulu katanya enggak boleh ngundang pejabat lebih dari 400. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kayak lebih gitu lho," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/11).

"Saya mohon maaf ya, saya bukan tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya mbok ya sederhana saja lah," sambungnya.

"Sederhana lah, bikin pesta kecil di rumah, teman teman. Sekarang kan ada Twitter, ada Vlog, pakai itu saja lah," ungkapnya sinis.

Namun, peluru Fahri kali ini dirasa tidak tepat sasaran. Mulai Wapres Jusuf Kalla hingga Ketua DPR Setya Novanto menilai tidak ada kemewahan dalam pagelaran pernikahan Kahiyang-Bobby.

Malah, kesederhanaanlah yang dirasakan.

"Acaranya sederhana, tapi yang hadirnya yang banyak. Dekorasi iya biasa saja," kata Wapres JK di Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11).

Senada dengan JK, Novanto menyebut resespsi pernikahan Kahiyang sakral dan sederhana.

"Tidak terlalu mewah, tapi lebih berkharisma yang sangat baik. Jadi walaupun pernikahan ini putri satu-satunya, tapi sangat sakral dan sederhana dan mempunyai arti yang sangat dalam," kata Setnov seperti dikutip antara.

Pernikahan Kahiyang-Bobby ©2017 istimewa


Jauh sebelum JK dan Novanto, mantan Menpan RB Yuddy Chrisnandi menegaskan Jokowi tak langgar aturan.

"Pernikahan putri Presiden Jokowi tidak melanggar aturan dan jangan dijadikan komoditas politik," tegas Yuddy.

Yuddy menjelaskan, aturan ini berlaku jika resepsi diselenggarakan di fasilitas umum seperti hotel atau gedung yang dapat menimbulkan perasaan ketidakadilan di masyarakat. Selain itu berdampak ketidaknyamanan pada masyarakat umum sebagai penonton dari perhelatan maka hal tersebut tentu dilarang.

"Namun, resepsi yang diselenggarakan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, dengan memperkenankan masyarakat sekitar untuk hadir juga memberikan kesempatan masyarakat setempat untuk turut merasakan kebahagiaan dari resepsi tersebut," kata Yuddy yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Ukraina, Armenia dan Georgia.

"Resepsi Kahiyang dilakukan di gedung yang sama dengan Gibran, gedung tersebut milik keluarga pak Jokowi sejak jauh sebelum beliau menjadi Presiden dan terletak di depan rumah Pak Jokowi, di kampung halamannya. Setahu saya seluruh warga di sekitarnya diundang, bahkan seluruh masyarakat Solo diperkenankan hadir. Jadi menurut saya, tidak ada yang salah. Pernikahan putra-putri Presiden, tidak perlu menjadi komoditas politik," tuturnya.

Tak kalah pedas, Istana pun menjawab kritikan Fahri.

Lewat Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Dalam pengamatannya, tak ada kemewahan yang berlebihan dari pesta Kahiyang.

"Pernikahan ini benar-benar diadakan di kampung, gedungnya juga milik sendiri. Padahal Presiden mempunyai hak untuk menikahkan anaknya di Istana. Tapi beliau tetap mengambil posisi dengan sederhana," ujar Pramono. [rhm]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.