Menteri Yohana kukuhkan satgas penanganan masalah perempuan dan anak

Senin, 15 Agustus 2016 13:04 Reporter : Imam Mubarok
Menteri Yohana kukuhkan satgas penanganan masalah perempuan dan anak Menteri Yohana kukuhkan satgas penanganan masalah perempuan dan anak di Kediri. ©2016 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Menteri Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak, Yohana Yembise mengukuhkan satgas penanganan masalah perempuan dan anak di Kota Kediri, Senin (15/8). Pengukuhan Satgas PPA ini diikuti oleh 10 Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan aliansi LSM Kediri yang dipusatkan di Balai Kota Kediri.

"Perempuan dan anak merupakan sumber daya potensial dalam pembangunan Indonesia. Kekuatan keduanya berperan dalam mengisi pembangunan di berbagai bidang, sekaligus dapat mengantarkan Indonesia menjadi salah satu bangsa yang besar, kuat dan mandiri," kata Yohana, saat pembukaan pelatihan Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak, di Hotel Insumo Kediri, Senin (15/8).

Menurut Yohana, hingga saat ini kondisi sebagian perempuan dan anak masih mengalami tindakan kekerasan, pelecehan dan perdagangan.

"Perempuan juga kerap dirugikan dalam masalah keperdataan yang menyebabkan mereka tidak memperoleh hak yang sama, seperti kasus perebutan harta dan hak waris, hak pengasuhan anak, perceraian, tuntutan ganti rugi dan kasus ketenagakerjaan," ujarnya.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia, selama 5 tahun terakhir total jumlah kekerasan sebanyak 2.178 terus meningkat hingga mencapai 4.309 pada tahun 2015. Namun demikian yang dilaporkan justru jauh lebih sedikit, dibandingkan dengan jumlah sebenarnya. Hal itu lantaran mereka merasa ragu dan takut dalam melaporkan kekerasan yang dialaminya.

"Atau ada kendala lain seperti sulitnya akses dalam mencapai layanan pengaduan dan kurangnya informasi yang dimiliki perempuan dan anak. Banyaknya permasalahan perempuan dan anak ini melatarbelakangi Kementerian PP dan PA untuk membentuk Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk melakukan upaya-upaya membantu korban dan pendampingan untuk mendapat layanan yang dibutuhkan," jelasnya.

Fungsi dari pembentukan satgas tersebut ialah untuk melakukan penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan. Melakukan identifikasi kondisi dan layanan yang dibutuhkan, serta melindungi perempuan dan anak di lokasi kejadian dari yang dapat membahayakan dirinya. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Kementerian PP Dan PA
  2. Kediri
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini