Menteri Syafruddin: Semua ASN harus netral di Pilpres 2019, kalau tidak out!

Rabu, 15 Agustus 2018 13:49 Reporter : Merdeka
Menteri Syafruddin: Semua ASN harus netral di Pilpres 2019, kalau tidak out! Syafruddin Jadi Menpan RB. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) resmi dijabat oleh Syafruddin. Dia memastikan aparatur sipil negara (ASN) akan netral dalam Pilpres 2019.

"Ya semua ASN netral. Kalau enggak (netral), kita tindak seperti saya di Polri, semua anggota Polri harus netral, kalau tidak Out," ujar Syafruddin usai sertijab di Kantor KemenPAN-RB, Jakarta, Rabu (15/8).

Syafruddin mengatakan hal pertama yang akan dilakukannya setelah sertijab yaitu, berkumpul dan berkoordinasi bersama staf KemenPAN-RB untuk meminta masukan. Dia menjamin persiapan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 akan terus berjalan dan tak terganggu.

"Nanti kan kita rapatkan dulu. Ini kan saya baru. Iya nanti kita rapatkan dulu tapi semua program yang sudah diprogramkan, dicanangkan, direncanakan itu akan kita laksanakan di sisa waktu pemerintahan ini," jelasnya.

Sebelumnya, Syafruddin terlebih dahulu dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Ia dilantik menggantikan Asman Abnur di Istana Negara, Jakarta.

Proses pelantikan Syafruddin dipimpin langsung oleh Jokowi berdasarkan Keppres nomor 142p 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri PANRB Kabinet Kerja dalam sisa masa jabatan tahun 2014-2019.

Asman Abnur mengundurkan diri dari kabinet menyusul konstelasi Pilpres 2019.
Partai Amanat Nasional (PAN), yang menaungi Asman, tak mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Alhasil, iklim di kabinet membuat Asman serba salah.

"Mengurangi beban Bapak Presiden supaya kehadiran saya tidak menjadi beban buat beliau," kata Asman di kantor Kemenpan RB, Jakarta Selatan, Selasa (14/8/2018) malam.

"Saya merasa karena PAN tak mendukung Pak Presiden, tentu kehadiran saya di koalisi Indonesia kerja ini juga tidak baik secara etika," jelas Asman Abnur.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini