Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Trauma Healing bagi Korban Longsor Cisarua
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyoroti urgensi trauma healing dan dukungan psikososial bagi korban longsor Cisarua, khususnya kelompok rentan, demi pemulihan pasca-bencana. Simak prioritas penanganan dan imbauan pentingnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan, dukungan psikososial dan trauma healing merupakan kebutuhan mendesak bagi kelompok rentan dalam penanganan bencana. Hal ini disampaikan saat meninjau posko bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Senin (26/1).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Selain itu, kunjungan ini juga untuk memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Menteri Arifah Fauzi menekankan, "Pendampingan layanan dukungan psikososial akan kami prioritaskan. Kami akan bekerja sama juga dengan berbagai mitra untuk melakukan trauma healing."
Menteri PPPA Arifah Fauzi menambahkan, "Dari dialog yang kami lakukan, kejadian ini meninggalkan luka mendalam, terutama bagi keluarga yang anggotanya masih belum ditemukan." Kondisi ini menunjukkan betapa krusialnya aspek pemulihan psikologis di tengah situasi darurat. Pemerintah berupaya keras memberikan perhatian penuh terhadap dampak non-fisik dari bencana.
Prioritas Dukungan Psikososial dan Perlindungan Kelompok Rentan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memprioritaskan pendampingan layanan dukungan psikososial bagi para korban longsor. Langkah ini diambil untuk membantu pemulihan kondisi mental dan emosional mereka yang terdampak. KemenPPPA juga akan bekerja sama dengan berbagai mitra untuk menyelenggarakan trauma healing secara komprehensif.
Menteri Arifah Fauzi menekankan pentingnya data terpilah guna memudahkan tindak lanjut penanganan. Data ini mencakup jumlah perempuan, anak-anak, lansia, ibu menyusui, dan ibu hamil. Beliau juga meminta agar keamanan toilet serta ketersediaan penerangan di posko pengungsian benar-benar dipastikan.
Selain itu, Menteri PPPA mengimbau masyarakat di pengungsian untuk tidak ragu melapor. Pelaporan ini berlaku apabila melihat, mendengar, atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau WhatsApp 08111-129-129.
Koordinasi Penanganan Bencana dan Rencana Relokasi
Pemerintah saat ini memprioritaskan penyelamatan jiwa sebagai langkah utama penanganan bencana. Setelah itu, fokus beralih pada penanganan korban, mulai dari identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga secara bermartabat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Menko PMK Pratikno juga menyebutkan pentingnya perlindungan dan pelayanan pengungsi. Pencegahan bencana susulan menjadi aspek krusial yang terus diupayakan. Seluruh unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta relawan terus berkoordinasi di lapangan untuk memastikan penanganan yang efektif.
Penanganan longsor di Cisarua dilakukan melalui lima klaster utama. Klaster tersebut meliputi pencarian dan penyelamatan, kesehatan, logistik, perlindungan sosial, dan infrastruktur. Wakil Presiden telah membahas rencana relokasi dengan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat. Tujuannya untuk menghindari dampak susulan, serta identifikasi lahan diminta segera dilakukan.
Sumber: AntaraNews