Menteri LHK: Generasi Muda Berperan Penting Dalam Isu Perubahan Iklim

Kamis, 7 Oktober 2021 11:02 Reporter : Lia Harahap
Menteri LHK: Generasi Muda Berperan Penting Dalam Isu Perubahan Iklim Menteri Siti Nurbaya. ©2016 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, menegaskan pentingnya generasi muda terlibat dalam agenda perubahan iklim. Siti juga mengapresiasi langkah aktif sejumlah pihak melakukan berbagai upaya pengendalian terutama mengupayakan penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

"Sebagai generasi muda yang akan menjadi angkatan kerja di era transisi energi menuju net zero emission 2060, para generasi muda akan menjadi penentu di dalam mempercepat transformasi angkatan kerja dari penggunaan bahan bakar yang berbasis fosil menjadi berbasis EBT," tutur Menteri LHK Siti. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (7/10).

Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara diskusi virtual Indonesian Youth's Determination to Reinforce Clean Energy and Climate Action.

Siti menambahkan, agenda perubahan iklim sangat penting bagi Indonesia. Hal itu guna memenuhi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 28H yang menyatakan bahwa negara harus menjamin kehidupan dan lingkungan yang layak bagi warga negaranya. Itu pula yang menjadi alasan utama yang mendasari komitmen Indonesia untuk perubahan iklim.

Dia menerangkan, dalam dokumen pembaruan Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia telah menetapkan komitmen peningkatan ambisi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) pada 2030.

Target itu rencananya dicapai melalui pencapaian puncak pengurangan emisi GRK nasional pada 2030, dengan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain (forestry and other land use/FoLU) sudah mencapai kondisi net sink atau penyerapan bersih karbon.

Diproyeksikan sektor FoLU akan berkontribusi hampir 60 persen dari total target penurunan emisi gas rumah kaca yang ingin diraih oleh Indonesia. Komitmen tersebut disertai dengan informasi terinci dalam dokumen strategi jangka panjang atau Long-term Strategies for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050).

"Dokumen Updated NDC menunjukkan peningkatan komitmen Indonesia melalui program, strategi, dan tindakan dalam elemen mitigasi, adaptasi, kerangka transparansi dan dukungan implementasi. Sedangkan dokumen LTS-LCCR 2050 memberikan arahan visi berkelanjutan Indonesia untuk periode jangka panjang dan mencapai keseimbangan antara pengurangan emisi GRK di masa depan dan pembangunan ekonomi," tegas Siti. [lia]

Baca juga:
Negara yang Beriklim Tropis & Subtropis, Ketahui Pula Perbedaan Karakteristiknya
Pembagian Iklim Berdasarkan Garis Lintang, Ketahui Cirinya
Tokoh Agama Dunia Serukan Negara-Negara Atasi Perubahan Iklim
Mengenal Iklim Cuaca dan Perubahannya, Berikut Penjelasannya
Anies Sebut Jakarta Ikut Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini