Menteri LHK Akan Bawa Aplikasi ASAP Polri Sebagai Contoh di Konferensi Tingkat Dunia

Rabu, 15 September 2021 18:08 Reporter : Nur Habibie
Menteri LHK Akan Bawa Aplikasi ASAP Polri Sebagai Contoh di Konferensi Tingkat Dunia Menteri LHK Siti Nurbaya raker dengan Komisii IV DPR. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meresmikan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) Digital Nasional. Aplikasi itu nantinya untuk mempercepat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, aplikasi itu bakal dibawa ke tingkat dunia untuk dijadikan percontohan atau Showcase.

Nantinya, aplikasi ASAP akan dipamerkan di Konferensi Para Pihak atau Conference of Parties (COP) ke-26 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang diselenggarakan di Glasgow, Inggris.

"Saya mengusulkan kepada Kapolri untuk ini menjadi Showcase, sehingga perubahan iklim yang akan digelar di Glasgow, 30 Oktober sampai 12 November. Ini juga menjadi contoh terus terang diskusi tentang kebakaran hutan dan lahan di Asean maupun di Uni Eropa itu sudah terus dilakukan dan Indonesia menjadi contoh yang baik," kata Siti di gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (15/9).

Aplikasi ASAP yang diluncurkan Polri, disebutnya merupakan salah satu sistem analisis digital yang sangat penting bagi agenda nasional terkait dengan penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Ini adalah langkah yang sangat luar biasa karena bisa permanen untuk kelembagaan. Jadi kalau liat sistemnya tadi maka secara kelembagaan dari tingkat tapak terus bertingkat sampai ke level nasional itu sangat penting artinya untuk Indonesia bagi kita ini suatu kebanggaan dan membuktikan karhutla ditangani sangat serius," sebutnya.

Menurutnya, dampak dari karhutla sangat merugikan bagi Indonesia. Mengingat, sebetulnya menyumbang emisi karbon paling besar di kerusakan atmosfer akibat perubahan iklim.

"Sebagai gambaran adalah kira-kira kalau karbonnya itu 900 juta yang rusak itu kira-kira 486 juta asalnya itu dari karhutla jadi 50 persen lebih dan ini bisa kami tangani dengan baik," ujarnya.

Oleh karenanya, Siti menyatakan, ASAP adalah sistem yang sangat baik secara kelembagaan. Menurutnya, hal itu menolong dan membuat kebanggaan bagi Indonesia.

Pasalnya, Indonesia telah dijadikan contoh oleh beberapa negara lainnya terkait dengan penanggulangan karhutla.

"Beberapa negara itu belajar dari Indonesia, jadi saya kira apa yang dilakukan oleh Indonesia sendiri di dunia secara nasionalis itu memang banyak hal yang cukup membanggakan," tutupnya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini