Mentan klarifikasi gula yang diimpor adalah gula rafinasi 1,5 ton

Selasa, 31 Maret 2015 11:36 Reporter : Parwito
Mentan klarifikasi gula yang diimpor adalah gula rafinasi 1,5 ton gula. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklarifikasi informasi mengenai impor gula yang belakangan ramai di media massa. Menurut Amran gula yang diimpor sebesar 1,5 ton itu bukan lah gula mentah melainkan gula rafinasi atau gula yang biasa diolah untuk kebutuhan industri.

"Kebutuhan kita 4,8 ton pertahun, impor pasti kita lakukan. Tapi yang diimpor gula untuk rafinasi industri. Di running text beberapa televisi, impor gula 1,5 ton. Gulanya saja yang ditulis. Tidak lengkap dengan tulisan rafinasinya," tegas Amran saat Acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerbangwil) Eks Karisisdenan Surakarta di Kompleks Pendopo Pemkab Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (31/3).

Amran mengaku banyak pengusaha importir gula yang mendatanginya untuk membujuk dilakukan impor gula. Namun Amran mengaku menolak.

"Ada beberapa pengusaha, datang ingin mengimpor ray sugar (gula mentah). Gudang sudah ada banyak di gudang. Sampai hari ini, impor white sugar tidak kami buka. Produk petani sudah 9 ton, terima kasih," paparnya.

Amran pada kesempatan itu juga menyosialisasikan kebijakan-kebijakan Kementerian Pertanian ke depan. Kebijakan tersebut di antaranya penanganan khusus bidang pangan terutama kedelai dan bantuan pembangunan irigasi.

"Beberapa kebijakan departemen pertanian saat ini. Khusus bidang pangan, kedelai. Harapan kita ke depan, pemerintah akan berikan bantuan untuk Jateng 1.160 ribu hektar irigasi tersier. Ini terbesar sepanjang sejarah," ungkapnya.

Amran menjelaskan Jawa Tengah sebagai salah satu tulang punggung pertanian di Indonesia maka, Amran mengaku sering mengontrol keberadaan dan kondisi beras di Jawa Tengah kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"APBNP Alsintan kurang lebih 3.000, ini yang ketiga kalinya. Begitu besar perhatian pemerintah pada sektor pertanian. Ada teknis baru di Karanganyar. Jujur, maaf pak gubernur selalu akhir-akhir ini kami telepon, posisi tulang punggung kami gubernur selalu kami telepon. Karena pengimpor beras selalu datangi kami," ungkapnya.

Selain itu juga Mentan akan melakukan kebijakan di bidang peternakan yang akan memberikan bantuan ternak kepada para petani di Jateng.

"Kemudian kebijakan peternakan sapi 100 ribu. Peternakan kalau berhasil 70 persen. Jika berhasil ada 7000 ekor sapi tahun depan. Kemudian cabai. Kalau tidak impor, tidak makan cabai kita tidak kelaparan," ujarnya.

Termasuk, ungkap Amran, soal bawang merah meski harga di pasaran naik, Mentan tidak mengeluarkan kebijakan untuk impor bawang merah. Pasalnya awal April mendatang akan melewati masa panen raya.

"Masalah bawang merah, kami masih ragu bicara ke kepala dinas, Pak tidak usah impor. Tapi kalau Jateng bilang tidak impor ya kita tidak import. Bawang merah sekarang ini lagi naik harganya. Minggu pertama April akan ada panen raya. April sampai Juni. Berarti tinggal 19 jam panen raya," paparnya.

Amran berharap, dengan adanya penguatan perlengkapan pertanian atau alsintan dan irigasi dapat memperkuat kondisi ketahanan pangan Indonesia.

"Gula, daging, kedelai, padi. Kalau petani bisa produksi, kami tidak akan mengimpor dari luar negeri masuk ke Indonesia. Terakhir bertahan, kalau dipertaruhkan kami sudah cek seluruh Indonesia beras cukup. Sehingga tidak perlu impor. Mimpi saya ke depan infrastruktur ke depan, alsintan, irigasi dan lainnya dilengkapi sehingga daya lawan terhadap negara lain kuat," pungkasnya. [rep]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini