Mentan: Inpres impor beras bukan untuk sengsarakan petani

Rabu, 1 April 2015 08:18 Reporter : Arie Sunaryo
Mentan: Inpres impor beras bukan untuk sengsarakan petani Jokowi bagi-bagi traktor di Ngawi. ©Setpres RI/Rusman

Merdeka.com - Instruksi Presiden (Inpres) nomor 5/2015 tentang izin impor beras selama ini banyak disalahtafsirkan. Bahkan tak sedikit yang menuduh inpres tersebut akan menyengsarakan rakyat kecil, khususnya petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menepis anggapan tersebut.

"Inpres itu dikeluarkan bukan untuk menyengsarakan para petani, tapi untuk mengantisipasi kalau hasil panen raya petani jauh dari kuota yang ditetapkan yaitu 2,75 juta ton, sehingga pasokan persediaan beras nasional gagal terpenuhi," ujar Amran di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (31/3).

Menurut Amran, banyak negara lain yang juga melakukan langkah sama. Negara manapun akan melakukan impor beras, bila pasokan beras dalam negerinya jauh dari target.

"Inpres ini dikeluarkan bukan untuk menyakitkan para petani. Karena sifatnya antisipasi, penggunaannya pun juga melihat target panen. Kalau belum memenuhi, maka inpres ini langsung digunakan," ucap Amran saat mendampingi Menko Puan Maharani meninjau Balai Pengelolaan Tanaman Obat (BPTO) di Tawangmangu, Karanganyar.

Namun demikian, dia optimis Inpres tersebut tak akan digunakan tahun ini. Amran yakin panen raya kali ini sesuai target yang ditetapkan pemerintah. "Saya yakin panen raya kita tahun ini bisa memenuhi target. Tapi kalau belum memenuhi target, maka inpres baru diterapkan," pungkasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini