Mensos Soal Ibu Yul 2 Hari Cuma Minum Air: Pemda Harus Jadi Garda Terdepan Warga!

Selasa, 21 April 2020 09:58 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Mensos Soal Ibu Yul 2 Hari Cuma Minum Air: Pemda Harus Jadi Garda Terdepan Warga! Warga Serang Minum Air Galon. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Sosial Juliari Batubara angkat bicara soal Ibu Yul, warga Serang, Banten yang meninggal dunia kelaparan dan hanya meminum air galon selama 2 hari. Mensos menegaskan, Pemda harus menjadi garda terdepan buat warganya.

Ia menginstruksikan pejabat daerah setempat untuk berperan aktif mengecek warga.

"Saya enggak mungkin tahu penyebabnya kalau tidak dicek langsung. Pemda-pemda-lah yang harus menjadi garda terdepan untuk warganya," kata Juliari saat dihubungi merdekacom, Selasa (21/4).

Dia mengklaim hingga saat ini bantuan sosial sedang berproses untuk didistribusikan ke seluruh wilayah. Hal tersebut untuk meringankan masyarakat dari Pandemi Covid-19.

"Sementara bansos-bansos dari pemerintah pusat masih berproses," jelas Juliari.

Juliari pun mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Yuli. Dia mendoakan yang terbaik untuk Yuli serta keluarga.

"Turut berduka cita yg mendalam. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan tempat terbaik buat Alm. Amin," ungkap Juliari.

Sebelumnya diketahui Yuli, warga Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Banten sempat ramai diberitakan tidak makan dua hari dan hanya minum air galon karena imbas dari sulitnya perekonomian di tengah pandemi corona dikabarkan meninggal dunia, Senin (20/4).

Camat Serang, Tb. Yassin membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan, Yuli dinyatakan meninggal pada pukul 15.30 Wib. "Infonya saya dari Pak Lurah, melalui telepon. Saya setengah empat ke lokasi (rumah almarhum)," ujarnya.

Sementara itu, Juru bicara gugus tugas Covid 19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan penyebab meninggalnya Yuli karena diduga serangan jantung, bukan kelaparan.

"Visum resmi besok akan disampaikan, saya pastikan bukan terkait sama Covid, bukan karena kelaparan, tapi karena serangan jantung. Yang bersangkutan dapat pertanyaan berat dari orang sekelilingnya. Visum resmi akan disampaikan Puskesmas besok, tapi saya tanya dokternya diduga jantung," katanya.

Hari mengungkapkan, dari laporan yang diterima pihaknya dari pemerintah setempat, almarhum berasal dari keluarga yang mampu dan bisa untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

"Kesehariannya dari laporan aparat wilayah setempat berasal dari keluarga mampu semuanya, artinya untuk beli rokok sama nasi tuh masih sanggup," ujarnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini