Mensos Sebut Peningkatan Jumlah KPM Bukti Jokowi Serius Perangi Kemiskinan

Kamis, 7 Februari 2019 11:38 Reporter : Merdeka
Mensos Sebut Peningkatan Jumlah KPM Bukti Jokowi Serius Perangi Kemiskinan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Presiden Jokowi sangat serius dalam memerangi kemiskinan dan ketimpangan di tengah masyarakat. Menurutnya, komitmen Presiden tersebut ditunjukkan dengan peningkatan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 2,79 juta KPM di Tahun 2014 menjadi 10 juta KPM sejak tahun 2018 dan akan menjadi 15,6 juta KPM pada tahun 2020.

"Ini menunjukkan komitmen yang kuat Presiden Jokowi untuk memerangi kemiskinan. Terbukti survei BPS kemarin angka kemiskinan menurun dari 9,8 persen menjadi 9,66 persen. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan," kata Agus dalam pernyataannya, Kamis (7/2).

Mensos menambahkan kenaikan jumlah KPM juga didukung kenaikan anggaran dari Rp 5,6 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 19,4 triliun pada tahun 2018 dan meningkat menjadi Rp 34,4 triliun pada tahun 2019.

"Untuk Tahap I Tahun 2019 ini saja, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial PKH sebesar Rp 12,2 triliun," katanya.

Selain menambah jumlah anggaran, kata Agus, pemerintah juga mendorong KPM untuk bisa meningkatkan perekonomian dengan memberikan berbagai pelatihan wirausaha dan pengelolaan keuangan keluarga. Untuk itu, Kemensos juga meningkatkan SDM PKH.

"Presiden mengimbau pemanfaatan Program Keluarga Harapan ini digunakan untuk meningkatkan taraf hidup khususnya kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan," katanya.

Mengenai jumlah pertambahan KPM pada Tahun 2019, akan ada kenaikan KPM menjadi 15 juta KPM. "Untuk tahun 2019 bentuk bantuan bervariasi," ujar Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat.

Seperti yang diketahui, nilai bantuan mulai tahun 2019 berbeda, sesuai dengan beban tanggungan per Keluarga Penerima Manfaat dengan maksimal satu keluarga empat orang. Pencairan bantuan sosial PKH Tahap I di tahun 2019 ini sudah mencapai 89 persen (per tanggal 4 Februari 2019). Untuk tahap selanjutnya, pencairan akan dimulai lagi pada awal April 2019. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Menteri Sosial
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini