Mensesneg: Jokowi berharap KPK tak hanya fokus di kasus Budi Gunawan

Selasa, 3 Maret 2015 22:27 Reporter : Putri Artika R
Mensesneg: Jokowi berharap KPK tak hanya fokus di kasus Budi Gunawan

Merdeka.com - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan Presiden Joko Widodo mengikuti dinamika yang terjadi di masyarakat. Termasuk adanya aksi mosi tidak percaya pegawai KPK terhadap pimpinannya siang tadi.

"Pertama presiden sangat paham mengikuti dinamika yang ada di lapangan presiden juga melakukan upaya-upaya agar kasus serupa tidak terulang, kasus yang sama tidak mengalami eskalasi (di masyarakat)," ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut Pratikno, Presiden Jokowi berharap KPK harus fokus pada pemberantasan korupsi di sektor lain selain kasus Budi Gunawan. Seperti sektor maritim, pangan dan energi.

"Isu-isu strategis dan strategis bagi zaman pemerintahan sekarang ini kan isu-isu mengenai maritim, pangan, energi. Nah itu yang harus ditangani, korupsi-korupsi di bidang-bidang tersebut yang harusnya menjadi perhatian besar karena itu berdampak besar bagi target-target rencana pemerintah," ujarnya.

Harapan Presiden itu, kata Pratikno bukan semata-mata tidak concern pada kasus Komjen Budi Gunawan. Akan tetapi, lanjutnya, masih banyak upaya pemberantasan korupsi seperti ilegal logging dan fishing yang sangat berdampak pada perekonomian bangsa Indonesia.

"Pemerintah sangat concern bahwa agar hal-hal yang tidak penting tidak mendesak, tidak urgent itu tidak menjadi aktivitas utama justru pemerintah harus fokus kepada sektor-sektor unggulan pemerintah," ujarnya.

Pratikno menambahkan setiap hari dirinya melaporkan peristiwa kepada Presiden termasuk aksi mogoknya pegawai KPK yang demo atas tindakan Plt Pimpinannya. Pratikno menampik Presiden kehilangan sense of crisisnya dan justru tidak ingin mengintervensi dalam hal teknis penyelesaian suatu kasus hukum

"Tetap-tetap setiap hari kita meng-update terkait hal itu ya kepada presiden, masuk tadi banyak teman banyak tamu meng-update isu-isu itu. dan sebenarnya ada banyak langkah-langkah konkret yang sedang ditentukan," ujarnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini