Menristek: Ventilator Buatan RI Sudah Didistribusikan ke RS

Selasa, 7 Juli 2020 08:44 Reporter : Merdeka
Menristek: Ventilator Buatan RI Sudah Didistribusikan ke RS Menristek Bambang Brodjonegoro temui pimpinan KPK. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan lima ventilator sudah masuk tahap produksi massal dan sudah didistribusikan ke rumah sakit yang memerlukannya namun lima ventilator tersebut belum dikomersialkan.

”Kelima ventilator tersebut sudah masuk tahap produksi dan sudah mendapat izin edar, kecuali dari LIPI yang masih dalam tahap uji coba produksi. Dari produksi yang sudah dilakukan memang kebanyakan masih difokuskan untuk mengisi kekosongan yang ada di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan, dengan kata lain belum menuju komersial, dan lebih fokus bagaimana mengisi kebutuhan seperti yang disampaikan oleh gugus tugas,” jelas Bambang dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

Menristek juga mengaku kagum dengan capaian para peneliti dan inventor yang dalam waktu singkat mampu menghasilkan ventilator yang sangat diperlukan saat ini.

"Bisa dibayangkan dalam waktu hanya dua sampai tiga bulan, mereka bisa membuat sesuatu sesuai target untuk didonasikan karena dua dari lima yang tadi disebutkan yaitu dari ITB dan UI sudah mendapatkan dukungan dari crowd funding dari berbagai lapisan masyarakat yang bisa membiayai tidak hanya pembuatan prototype-prototype sampai kepada uji tapi juga sampai produksi dan kemudian langsung didonasikan. Seperti contoh ITB sudah menyalurkan 300 lebih unit ke berbagai rumah sakit di hampir banyak provinsi di Indonesia. UI berencana menargetkan 300 unit dengan harapan nanti akan menjadi donasi, belum pada konteks menjual atau secara komersial," paparnya.

Lebih lanjut Menristek/Kepala BRIN mengatakan bahwa sedang dijajaki kerja sama dengan Gugus Tugas Covid-19 atau Kemenkes untuk pengadaan alat kesehatan produksi dalam negeri secara terpusat agar produsen mendapatkan kepastian pembelian dan distribusi yang tepat sasaran.

"Yang sedang dijajaki dengan Gugus Tugas atau Kementerian Kesehatan adalah bagaimana agar Gugus Tugas dan Kemenkes melakukan pengadaan secara terpusat sehingga ketika mereka misalkan membeli ventilator dari hasil inovasi anak negeri ini maka kemudian distribusinya tepat sasaran kepada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memang membutuhkan ventilator. Kira-kira update-nya seperti itu," harap Menteri Bambang.

Dia juga mengatakan bahwa ventilator dikembangkan dari sumber yang sudah tersedia secara publik, artinya mereka tidak mengklaim dalam bentuk paten. Apalagi kita memang sepakat bahwa dalam kondisi pandemi paten dikesampingkan terlebih dahulu, kita fokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat. Tentunya insentif yang diberikan adalah kepada kemitraan mereka dengan industri.

Pihaknya berharap setelah pandemi ini, industri alat kesehatan mulai berkembang pesat. Pemerintah siap membantu hilirisasi dan komersialisasi produk alat kesehatan yang merupakan hasil inovasi maka insentif utamanya yaitu kepemilikan hak patennya yang kemudian dibeli lisensinya oleh pihak industri atau swasta, dan itu merupakan insentif yang luar biasa sehingga para inovator makin semangat untuk mendesain alat-alat kesehatan yang semakin canggih lagi di kemudian hari.

Baca Selanjutnya: Pengembangan Vaksin...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini