Menristek Sebut Vaksin Covid-19 Tidak Akan Bertahan Seumur Hidup

Selasa, 20 Oktober 2020 14:37 Reporter : Ahda Bayhaqi
Menristek Sebut Vaksin Covid-19 Tidak Akan Bertahan Seumur Hidup Ilustrasi Vaksin. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, mengungkap vaksin Covid-19 tidak akan bertahan untuk seumur hidup. Jika seseorang disuntikkan vaksin, maka 1-2 tahun berikutnya harus disuntikkan vaksin kembali. Malah, meski sudah ada vaksin virus corona tidak akan hilang begitu saja.

"Saya sampaikan kemungkinan besar vaksin Covid-19 manapun yang berasal dari manapun tidak akan bertahan seumur hidup," kata dia dalam Webinar HUT Golkar, Selasa (20/10).

"Kalau divaksin 2021 ada kemungkinan tahun 2022/2023 harus vaksin lagi karena daya tahannya sudah berkurang dari Covid tapi Covidnya tidak hilang karena Covid ini tidak mudah untuk hilang," sambung Bambang.

Sebab itu, Indonesia membuat vaksin merah putih. Tujuannya untuk vaksin jangka menengah dan panjang. Sementara, untuk jangka pendek akan menggunakan vaksin dari negara luar.

"Karenanya vaksin merah putih kami kondisikan seperti saya laporkan di komisi VII untuk menengah panjang, jangka pendek menggunakan kerjasama luar," ucapnya.

Bambang pun menyebut kebutuhan vaksin mencapai 360 juta karena satu warga negara butuh dua kali vaksin. Dia mengatakan untuk melakukan vaksin massal tersebut tidak akan mudah.

"Vaksinasi tak bisa serentak tapi butuh waktu karena indonesia begitu luas dan tidak mudah melakukan vaksinasi yang begitu massal. Tidak ada sejarahnya kita vaksinasi semassal ini dalam waktu relatif pendek," kata dia. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini