Menristek Sebut Pembuatan Prototipe Vaksin Covid-19 Masih Tahap Awal

Rabu, 27 Mei 2020 13:35 Reporter : Henny Rachma Sari
Menristek Sebut Pembuatan Prototipe Vaksin Covid-19 Masih Tahap Awal Bambang Brodjonegoro. ©staf humas kementerian PPN/Bapenas

Merdeka.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro memaparkan saat ini sedang dibuat prototipe vaksin Covid-19. Namun, masih tahap awal yakni mengembangkan protein rekombinan dari virus SARS-CoV-2 penyebab virus corona jenis baru itu.

"Saat ini sedang dalam tahap mengembangkan protein rekombinan," kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang dalam video yang disiarkan di Youtube di Jakarta, Kamis (27/5).

Ia menambahkan, menurut perkiraan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, prototipe vaksin bisa dihasilkan dalam waktu setahun sejak Maret 2020, sehingga diperkirakan sekitar Maret atau April 2021 prototipe vaksin Covid-19 sudah ada.

Prototipe vaksin itu kemudian diujikan ke manusia pada tahap uji klinis. Setelah lolos tahap uji klinis, vaksin akan diproduksi secara massal oleh industri yang dalam hal ini PT Biofarma.

Nantinya, pengadaan vaksin Covid-19 akan ditangani Kementerian Kesehatan sehingga vaksin bisa digunakan masyarakat Indonesia.

Pengembangan vaksin Covid-19 salah satu target Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek).

Riset dan pengembangan vaksin dipimpin Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang beranggotakan beberapa perguruan tinggi, lembaga penelitian, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta industri yakni PT Biofarma.

Protein rekombinan yang dikembangkan di Indonesia adalah protein yang bisa mewakili protein S atau spike dan protein N atau nukleokapsid dari virus SARS-CoV-2 yang bersirkulasi di Indonesia.

Untuk bisa mendapatkan protein rekombinan yang sesuai, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mulai memperbanyak pengurutan genom (whole genom sequencing) dari virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia. Selain Lembaga Eijkman, Universitas Airlangga turut melakukan whole genom sequencing.

Sejauh ini, Lembaga Eijkman telah mengumpulkan tujuh hasil pengurutan genom virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia, sedangkan Universitas Airlangga mengumpulkan dua hasil whole genom sequencing ke GISAID.

GISAID mengelola bank data untuk hasil whole genom sequencing virus SARS-CoV-2 dari seluruh dunia. Seperti diberitakan Antara. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini