Menristek Sebut Kemungkinan Vaksin Corona Ditemukan Tahun Depan

Selasa, 5 Mei 2020 11:53 Reporter : Ahda Bayhaqi
Menristek Sebut Kemungkinan Vaksin Corona Ditemukan Tahun Depan Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Menristek Bambang Brodjonegoro melaporkan pengembangan vaksin virus corona di Indonesia. Bambang mengatakan, kemungkinan paling cepat ditemukan vaksin untuk virus corona alias Covid-19 setahun mendatang. Dia mengutip Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman yang melakukan penelitian vaksin corona di Indonesia.

"Mengenai waktunya masih sulit diperkirakan meskipun Eijkman mengatakan kemungkinan paling cepat satu tahun kira-kira dari bulan Maret kemarin. Mudah-mudahan awal tahun depan sudah ada berita baik," ujar Bambang dalam rapat gabungan dengan DPR secara virtual, Selasa (5/5).

Namun, Indonesia bekerja sama dengan pihak luar dengan harapan mempercepat penelitian vaksin yang efektif.

"Tentu kami mendorong kerja sama dengan pihak luar juga yang mengembangkan vaksin sehingga harapannya vaksin bisa ditemukan lebih cepat dan bisa langsung efektif terutama virus yang beredar di Indonesia," kata dia.

LBM Eijkman, yang melakukan penelitian, telah mengirim tiga analisis gen atau Whole Genome Sequencing (WGS) ke gisaid.org yang mengumpulkan data Covid-19 dari seluruh dunia. Hal tersebut untuk melihat karakteristik virus Covid-19 di Indonesia.

Hasilnya, jenis Covid-19 yang menyebar di Indonesia berbeda dengan tiga jenis yang sudah dikenali di dunia. Ada tiga tipe Covid, yaitu tipe S, G, dan V.

"Di luar tiga tipe itu ada yang disebut tipe lain yang belum teridentifikasi," kata Bambang.

Ternyata, virus corona yang beredar di Indonesia tidak termasuk tiga tipe yang sudah dikenali. Penemuan itu menjadi penting karena analisis gen tersebut penting untuk produksi vaksin.

"Tiga Whole Genome Sequencing yang dikirim Indonesia termasuk kategori lainnya. Tidak masuk kategori S, G dan V. Ini baru awal tentunya akan dikirim banyak lagi WGS untuk melihat dari kategori apa Covid nanti atau virus covid 19 yang ada di Indonesia," jelas Bambang. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini