Menristek Dikti Tak Setuju Mahasiswa Demo

Selasa, 24 September 2019 16:08 Reporter : Aksara Bebey
Menristek Dikti Tak Setuju Mahasiswa Demo Menristekdikti Umumkan Hasil SNMPTN 2019. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta mahasiswa tidak emosional dalam menolak kebijakan pemerintah yang direvisi. Mereka pun harus cermat dengan masalah yang mereka suarakan.

Hal itu ia sampaikan saat ditanya mengenai aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di berbagai daerah yang menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

"Saya harapkan mahasiswa lebih dewasa dalam melihat ini, bukan hanya menghadapi sesuatu dengan emosi," kata dia saat ditemui di Kota Cimahi, Selasa (24/9).

"Saya harapkan mahasiswa mencermati pada (isu) apa yang didemokan," kata dia.

Terlebih, ia menyatakan pemerintah sepakat mengenai penguatan KPK. Namun, ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Begitu pula dengan UU KUHP yang juga harus dibenahi.

"Jangan skeptis, alergi terhadap perbaikan. Apalagi UU KUHP warisan Belanda dan perlu disesuaikan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyarankan mahasiswa kembali beraktivitas di kampus daripada melakukan demonstrasi. Kepada para rektor, dirinya juga mengimbau untuk mengajak mahasiswanya berdialog serta melarang berbuat anarkis.

Meski demikian, tidak akan ada sanksi yang diberikan kepada para mahasiswa yang aktif berdemonstrasi. Itu adalah bentuk bahwa pemerintah tidak alergi dengan aktivitas menyuarakan aspirasi.

"Saya tidak berarti alergi terhadap demo, kalau memang itu tidak sesuai, ada media yang lain, (contohnya) Mahkamah Konstitusi diuji bersama," pungkasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini