Menpora Minta Pemprov Papua Siapkan Lembaga Pengelola Venue Pasca PON 2020

Sabtu, 22 Juni 2019 12:13 Reporter : Bagus Suryadinata
Menpora Minta Pemprov Papua Siapkan Lembaga Pengelola Venue Pasca PON 2020 Menpora Imam Nahrawi melihat kesiapan venue PON 2020 di Papua. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi melakukan kunjungan ke Papua guna melihat perkembangan dan kesiapan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Dalam kunjungan kali ini Imam berharap Pemerintah Provinsi Papua untuk segera menyiapkan tim atau lembaga yang tujuan utamanya untuk mengelola keberlanjutan venue-venue usai pemanfaatannya pasca Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 Oktober 2020 mendatang.

"Terima kasih kepada Pemprov Papua dan Kementerian PUPR saya harap Pemprov agar sedini mungkin menyiapkan lembaga pengelola pasca PON untuk mengelola venue yang begitu bagus ini agar tetap termanfaatkan dan terawat dengan baik," ucap Imam.

Bukan tanpa alasan bagi Imam meminta Pemprov Papua menyiapkan pengelola venue olahraga. Sebab ia ingin menjaga dan merawat agar menghasilkan atlet baru di Papua.

"Venue-venue ini saya harap menjadi tempat lahirnya atlet-atlet baru pasca PON agar berkontribusi tidak hanya mengharumkan Papua tapi juga berprestasi tingkat dunia dan mampu mengibarkan Merah-Putih di kancah olahraga dunia," harapnya.

Pembangunan venue-venue ini menurut Menpora bisa menjadi pemicu dan semangat provinsi lain agar memiliki harapan sama menyelenggarakan PON atau single even lainnya karena melalui olahraga juga akan mempercepat perkembangan infrastruktur.

"Saya gembira sekali ini membuktikan pemerintah pusat, pemprov, pemkab amat sangat serius mendukung hal ini jangan pernah kendor semangatnya tetep bangkit seperti nama stadion ini yang menjadi kebangkitan olahraga Indonesia dari timur," tutur Menpora.

Project Manager Stadion Dwi Aji Wicaksono menyampaikan proyek untuk Stadion Utama Papua Bangkit telah mencapai 100 persen sejak Mei 2019 lalu. Total lahan untuk Stadion Papua Bangkit adalah 13 hektar dan keseluruhan dengan venue-venue di sekelilingnya (lapangan pemanasan, area Istoran dan Aquatik) adalah sekitar 42 hektar.

"Progres sudah 100 persen dengan seluruh equipment telah berfungsi seluruhnya, stadion ini didesain dengan kapasitas 40 ribu penonton, rumputnya berstandart FIFA seperti di GBK, lampunya 1800 lux di sekeliling lapangan ada lintasan atletik dan kelebihannya nantinya akan disertifikasi kelas 1 untuk lintasan atletik dari federasi internasional atletik," kata Aji. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita Kemenpora
  3. Jayapura
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini