Menperin Airlangga sebut KLIK permudah calon investor berinvestasi

Selasa, 13 Maret 2018 10:07 Reporter : Purnomo Edi
Menperin Airlangga Hartanto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto meresmikan program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di 15 kawasan industri yang diinisiasi oleh badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (12/3). Airlangga optimis dengan diterapkannya KLIK ini pertumbuhan ekonomi negara akan mengalami peningkatan.

"15 kawasan industri dalam bagian KLIK sebagai bentuk konsistensi pemerintah meningkatkan iklim investasi. Ini akan mempermudah calon investor untuk berinvestasi di kawasan industri, meningkatkan investasi industri yang berujung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja, sekaligus bagian menumbuhkan pembangunan ekonomi nasional," ujar Airlangga di The Alana Yogyakarta Hotel.

Airlangga menjelaskan saat ini perkembangan industri di Indonesia berada dalam titik tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Kawasan industri, kata Airlangga, saat ini tinggal memetik hasilnya saja.

"Dalam dua kuartal terakhir industri non migas tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi. Industri yang tumbuh tinggi di tahun 2017 yakni industri makanan minuman sebesar 9,2 persen, logam 5,8 persen, permesinan 5,5 persen, ekspor industri naik 13 persen dibandingkan tahun 2016," urai Airlangga.

Airlangga menambahkan untuk mendukung perkembangan industri di Indonesia, para kepala daerah musti turut memberikan dukungan. Sebab, lanjut Airlangga, kepala daerah merupakan garda terdepan dan juga motor penggerak untuk menarik investasi di daerah.

Ditemui terpisah Ketua BKPM, Thomas Lembong menerangkan adanya penambahan 15 kawasan industri di KLIK bisa dimanfaatkan oleh para investor yang ingin melakukan percepatan konstruksi investasinya. Selain itu, adanya KLIK juga merupakan tugas BKPM untuk memerluas implementasi demi percepatan pelaksanaan usaha di Indonesia.

"Tambahan 15 kawasan industri sebagai lokasi implementasi KLIK dengan total lahan industri tersedia seluas 1.459,85 ha yang berlokasi di 8 provinsi dan 12 kabupaten/kota, dimana terdapat tambahan 2 provinsi dan 8 kabupaten/kota. Total hingga saat ini menjadi 47 kawasan industri lokasi implementasi KLIK dengan total lahan tersedia seluas 14.996,85 ha," tutup Thomas Lembong. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini