Menlu Retno: Kerja Sama Kunci Atasi Kesenjangan Vaksinasi di Dunia

Jumat, 24 September 2021 14:52 Reporter : Fikri Faqih
Menlu Retno: Kerja Sama Kunci Atasi Kesenjangan Vaksinasi di Dunia Menlu Retno Marsudi. ©ANTARA/HO-TNI

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia kembali menerima kedatangan dua tahap vaksin Sinovac pada Jumat (24/9). Tahap 78 sejumlah 1 juta dosis vaksin donasi dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sedangkan tahap 79 adalah 1 juta dosis vaksin donasi dari Sinovac. Dengan demikian, secara total jumlah vaksin yang sudah hadir di Indonesia dalam bentuk bahan baku (bulk) dan jadi adalah 273,639,790 dosis.

Dalam Keterangan Pers secara virtual, Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi menyampaikan keprihatinan dunia terkait adanya kesenjangan akses vaksin Covid-19, serta fakta bahwa dari lebih 6 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan di seluruh dunia, 80% di antaranya di high and upper-middle income countries (negara-negara berpenghasilan tinggi dan di atas menengah).

“Presiden RI di hadapan SMU (Sidang Majelis Umum, red.) PBB ke-76 juga mengangkat keprihatinan tersebut. Presiden mengatakan pemulihan ekonomi hanya dapat dilakukan jika kita dapat mengatasi pandemi bersama. Dan pandemi hanya akan dapat diatasi jika kita dapat mempersempit ketimpangan akses terhadap vaksin,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/9).

Menurutnya, pesan yang sama disampaikan Presiden dalam KTT Global Summit to End Covid-19 Pandemic pada 22 September yang diinisiasi oleh Presiden Biden dari AS dan bertujuan untuk menggalang dukungan dan melakukan rencana aksi nyata, untuk mewujudkan ketersediaan tambahan tujuh miliar dosis vaksin pada akhir 2021 serta tujuh miliar dosis berikutnya pada pertengahan 2022.

Dalam konferensi tersebut, Retno mengungkapkan, Presiden mengatakan ketimpangan vaksin antara negara harus diatasi melalui COVAX Facility, kerja sama dose-sharing, dan peningkatan akses yang merata terhadap vaksin.

“Politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri. Solidaritas dan kerjasama merupakan kunci untuk dunia keluar dari pandemi, pulih bersama,” tegasnya.

“Mesin diplomasi kita terus bekerja menjalin kerja sama dalam berbagai bentuk agar kebutuhan vaksin kita tercukupi,” tambah Retno.

Menyambut donasi vaksin yang diterima Pemerintah Indonesia, Menlu juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah RRT, perusahaan Sinovac dan juga Red Cross Society China dalam mendukung ketersediaan vaksin di tanah air.

Waktu yang sama, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Xiao Qian menyampaikan, donasi vaksin tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah RRT bagi Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19, menyusul bantuan 120 ventilator, 400 oksigen generator dan peralatan kesehatan lainnya pada Agustus lalu.

“Di bawah kepemimpinan kuat Presiden Joko Widodo serta kerja sama seluruh bangsa Indonesia, RRT percaya Indonesia akan segera dapat mengalahkan pandemi dan memulihkan perekonomian,” tutur Dubes Xiao Qian.

Sejak pandemi bermula, Indonesia dan RTT telah melakukan berbagai kerja sama penanggulangan Covid-19, terutama terkait penyediaan vaksin. Hingga saat ini, Sinovac dan Sinopharm telah mengekspor 215 juta dosis vaksin ke Indonesia.

Ia mengatakan, RRT juga secara aktif mendukung Indonesia dalam pembangunan Regional Vaccine Manufacture Hub (pusat pembuatan vaksin regional) dan meyakini bahwa dalam waktu dekat Indonesia tidak hanya akan dapat memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, melainkan juga mengekspor vaksin ke negara-negara tetangga.

Dubes RRT menegaskan, pihaknya akan terus mendukung Indonesia dalam menanggulangi pandemi. Sebagai tambahan dari 1 juta dosis vaksin yang telah disampaikan, RRT juga akan kembali mendonasikan 1 juta dosis vaksin kepada Pemerintah Indonesia.

Berkat dukungan dan peran serta banyak pihak, termasuk bantuan vaksin dari sejumlah negara, Indonesia saat ini termasuk salah satu negara dengan tingkat capaian vaksinasi tertinggi di dunia, Namun masih dibutuhkan upaya keras dan peran serta masyarakat untuk memenuhi target 208 juta penduduk Indonesia tervaksinasi.

Bersamaan dengan itu, disiplin protokol kesehatan juga perlu terus dijaga dan ditingkatkan, agar tingkat penularan tidak kembali naik. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini