Menlu Marty desak Australia segera selesaikan masalah penyadapan

Selasa, 19 November 2013 17:26 Reporter : Yulistyo Pratomo
Menlu Marty desak Australia segera selesaikan masalah penyadapan Marty Natalegawa. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, menyesalkan tindakan penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap Indonesia. Langkah tersebut telah mencederai kebersamaan dan kerjasama yang dibangun kedua negara pascalepasnya Timor Leste.

Marty menyebut tindakan yang dilakukan intelijen Australia tidak bisa diremehkan dampaknya. Atas alasan itu pula, Indonesia tidak akan melakukan tindakan apapun hingga Perdana Menteri (PM) Tony Abbott melakukan penyelesaian.

"Intinya sekali lagi, bukan kita yang bawa masalah ini, melainkan pihak Australia. Sehingga pihak Australia yang harus mencari jalan penyelesaian ini dengan baik," tegas Marty di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/11).

Marty menambahkan, Indonesia tidak pernah menebarkan permusuhan, apalagi menjadikan negara-negara tetangganya sebagai musuh. Terutama dengan masyarakat Australia yang dianggap memiliki ikatan persaudaraan yang lebih baik.

"Kita tidak ada permusuhan kepada siapapun juga di kawasan ini, apalagi dengan rakyat Australia yang sudah memiliki persaudaraan dengan baik," tandasnya.

Atas berbagai alasan yang telah dikemukakan sebelumnya, Marty menyatakan akan meninjau kembali seluruh hubungan Indonesia dan Australia secara umum. "Bukan cuma di bidang pertukaran info dan intelijen, untuk memastikan tidak bussiness as usual, tidak seperti biasanya," ujarnya.

Dia menilai, apa yang dilakukan intelijen Australia telah melanggar hak privasi seorang individu karena merekam pembicaraan presiden. Atas tindakan yang sepihak itulah, pemerintah Australia wajib bertanggungjawab.

"Saya kira biar mereka yang ambil kesimpulan, cara mengelola hubungan yang baik, tadi kita ambil posisi evaluasi, dubes kita ambil ulang. Kita terus mendowngrade hubungan Australia dengan kita, biar nanti pihak mereka sendiri yang ambil keputusan," pungkasnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini