Menkum HAM pastikan TKA China masuk ke Indonesia sudah tercatat

Kamis, 26 April 2018 08:03 Reporter : Merdeka
Menkum HAM pastikan TKA China masuk ke Indonesia sudah tercatat Menkumham Yasonna Laoly. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly meminta masyarakat tak risau soal isu serbuan Tenaga kerja Asing (TKA) asal China. Ia memastikan, seluruh TKA yang masuk ke Indonesia sudah terdaftar, apalagi mereka datang untuk bekerja.

"Jadi kita ini seperti dihantui ketakutan. Negara ini gedenya bukan main, yang penduduknya 250 juta. Singapura saja yang kecil tamu asingnya lebih banyak dari tamu kita. Kalau TKA pasti lah tercatat sebagai TKA," kata Yasonna di Jakarta Utara, Rabu (25/4).

Yasonna menjelaskan, Perpres TKA itu justru untuk mengontrol besaran TKA yang datang ke Indonesia. Malah dengan Perpres tersebut, kata Yasonna, mampu mendongkrak iklim investasi dalam negeri.

"Masuknya makanya dibuat Perpres untuk kemudahan mendaftarkan itu jadi harus Rencana Perjanjian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) nya ada," ujar Yasonna.

Meski begitu Yasonna mengakui TKA yang masuk bisa saja di bawah level managerial. Namun bukan berarti tenaga kerja yang berada di perusahaan tersebut didominasi tenaga asing.

"Semua, yang kecil pun semua. Ini kan proyek turn-key project. Saya sebagai businessman, mau investasi, biar cepet saya bilang saya mau tenaga kerja saya segini. Supaya dia (investor) cepet, dia pakai itu turn-key project, setelah selesai dia (TKA) pulang. Kalau tidak ada investasi itu dan sebagian tenaga kerjanya biasanya orang mereka, tapi sebagian pasti ada kita," beber Yasonna.

Terakhir Yasonna menegaskan, oleh karena itu dalam Perpres diatur ketat soal ketentuan TKA.

"Itu yang dibuat ketentuannya, aturannya, expertisenya seperti apa," Yasonna memungkasi.

Reporter: Moch Harunsyah

Sumber : Liputan6.com [rhm]

Baca juga:
OSO soal polemik Perpres TKA: Oposisi jangan terlalu banyak didengerin
Pansus TKA dinilai belum perlu
Ketua DPR ragukan temuan Ombudsman soal serbuan TKA di Kendari
SDM masih kurang, Indonesia butuh impor tenaga pengajar
MUI sebut perizinan tenaga kerja asing picu kecemburuan pekerja lokal
Moeldoko: Kalau di rumah saya ada pembantu asing, saya bangga

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini