Menkum HAM serahkan Yap Thiam Hien Award 2014 kepada Anis Hidayah

Kamis, 22 Januari 2015 22:01 Reporter : Fikri Faqih
Menkum HAM serahkan Yap Thiam Hien Award 2014 kepada Anis Hidayah Menkum HAM serahkan Yap Thiam Hien Award 2014 ke Anis Hidayah. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Yayasan Yap Thiam Hien kembali memberikan penghargaan untuk bidang hak asasi manusia, Yap Thiam Hien Award. Penghargaan tahunan kali ini diberikan kepada Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menkum HAM Yasonna H. Laoly.

Ketua Umum Yayasan Yap Thiam Hien Todung Mulya Lubis mengatakan, pada tahun ini ada 47 nama calon penerima penghargaan yang dikirimkan oleh dewan juri. Akhirnya Anis yang dipilih karena kegigihannya bersama Migran Care memperjuangkan hak-hak buruh migran Indonesia.

"Anis Hidayah adalah sosok muda yang kritis dan berani. Bersama dengan kerabatnya, dia telah mendirikan lembaga non-profit bernama Migrant Care pada tahun 2004. Melalui Migrant Care, Anis Hidayah terus aktif mengadvokasi hak asasi manusia khususnya di bidang ketenagakerjaan," jelas Todung dalam penyerahan penghargaan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (22/1). Penghargaan diberikan langsung oleh

Todung menambahkan, kasus yang pernah ditangani Migran Care bersama Anis adalah Tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Ruyati yang terancam hukuman pancung di Saudi Arabia pada 2011. Ruyati membunuh majikannya karena tidak tahan terus disiksa.

"Meskipun belum membuahkan hasil, Anis Hidayah melalui Migrant Care terus konsisten dengan komitmennya terhadap penegakan hak asasi manusia," ujar Todung.

Salah seorang dewan juri Diplomat Senior Makarim Wibisono mengatakan, Anis dipilih karena dedikasinya yang konsisten dalam penegakan hak-hak dan advokasi buruh migran. Hal ini berdampak positif terhadap perjuangan dan penegakan hak asasi dan keadilan sosial di Indonesia.

"Anis dikenal sebagai sosok yang dengan kegigihannya yang melampaui batas dalam memperjuangkan buruh migran di Indonesia," tegasnya.

Untuk diketahui, dalam pemberian penghargaan hak asasi manusia yang telah dimulai dari 1992 ini melibatkan beberapa pihak sebagai dewan juri. Adapun mereka yakni Diplomat Senior Makarim Wibisono, Dosen UIN Syarif Hidayahullah Jakarta Siti Musdah Mulia, Guru Besar Psikologi UI Saparinah Sadli, Jurnalis Senior Maria Hartiningsih, Dirjen HAM, Kementerian Hukum dan HAM Aidiri Amin Daud, Direktur KontraS Haris Azhar dan Ketua Yayasan Yap Thiam Hien Todung Mulya Lubis. [ren]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini