Menko Polhukam sebut Jenderal Sutarman sudah Kapolri non-aktif

Jumat, 16 Januari 2015 15:41 Reporter : Putri Artika R
Menko Polhukam sebut Jenderal Sutarman sudah Kapolri non-aktif Bank Indonesia kerjasama dengan Polri. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menyebutkan Jenderal Sutarman sudah non-aktif dari jabatannya sebagai Kapolri. Penonaktifan ini terjadi setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meloloskan Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan sebagai penggantinya.

"Otomatis kalau sudah terbentuk (Kapolri) yang baru, yang lama kan non-aktif, kan begitu," ujar Tedjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/1).

Dia menjelaskan, persetujuan DPR untuk menjadikan Komjen Budi sebagai Kapolri secara otomatis membuat jabatan tersebut kosong untuk sementara. Dengan demikian, jabatan itu bakal diisi sementara oleh Pelaksana Tugas (Plt) atas sepengetahuan presiden.

"DPR memberhentikan Jenderal Sutarman dan menyetujui ini sebagai Kapolri terpilih kan, meski dilantik kapan enggak tahu," tandasnya.

Sebelumnya, Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti diisukan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri. Informasi itu beredar setelah Kapolri Jenderal Sutarman, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dan Komjen Budi Gunawan menemui Presiden Jokowi di Istana tadi pagi.

Pengangkatan Plt Kapolri perlu dilakukan karena DPR sudah menyetujui Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Namun Budi Gunawan belum dilantik Jokowi.

Dalam situasi seperti ini Jenderal Sutarman tak bisa lagi mengeluarkan keputusan strategis. Maka Badrodin akan menjabat Pelaksana Tugas Kapolri sampai Jokowi melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Iya infonya seperti itu. Plt kapolri memang perlu. Karena itu Pak Badrodin diangkat sementara," kata aktivis Indonesia Police Watch Neta S Pane kepada merdeka.com, Senin (16/1). [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini