Menko Polhukam: Pesta demokrasi harus suka cita

Selasa, 18 April 2017 08:54 Reporter : Wilfridus Setu Embu, Rendi Perdana
Menko Polhukam: Pesta demokrasi harus suka cita Wiranto bersama Kapolri dan Panglima TNI koordinasi keamanan Pilgub DKI. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus

Merdeka.com - Menteri koordinator Politik Hukum dan HAM, Wiranto, menekankan suatu pesta demokrasi Pilkada harus dijalankan dengan suka cita. Dia juga menyebut Presiden Joko Widodo menginginkan agar masyarakat Jakarta dapat menjalankan hak pilihnya dengan bebas dari intimidasi pihak manapun.

"Ini pesta demokrasi, harus dilaksanakan dengan suka cita," ungkap Wiranto di Jakarta Utara, Selasa (18/4). "Saat menghadap presiden, beliau berpesan biarkan rakyat dki jalankan hak pilihnya dengan sebebas-bebasnya tanpa ada intimidasi dari pihak manapun," tambahnya.

Keadan bebas dari intimidasi tersebut, menurut Wiranto, akan memberi keluasan bagi masyarakat untuk memperoleh pemimpin sesuai pilihannya.

Dia mengajak seluruh masyarakat dan paslon untuk menjaga dan merawat Pilgub DKI putaran II. Sehingga rakyat merasa aman dan pemerintah lancar menjalankan kewajibannya.

"Jadi, masyarakat Jakarta yang punya hak pilih bisa melaksanakan haknya dengan baik dan mendapatkan pemimpin yang berintegritas," terangnya.

Dalam acara koordinasi keamanan jelang Pilgub DKI putaran II ini, hadir juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Acara ini juga dihadiri anggota kepolisian dan TNI.

Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa setiap TPS saat pencoblosan sudah dijamin keamanannya. "Kami sudah mengerahkan TNI dan Polri guna mengamankan kegiatan pencoblosan di setiap TPS Jakarta," ungkap Gatot.

Dia melanjutkan, pesta demokrasi dilaksanakan Rabu besok harus berjalan dengan aman, tentram dan damai. "Mari kita rayakan pesta demokrasi besok dengan suka cita yang aman dan kondusif," ucapnya.

Gatot juga menegaskan kepada warga DKI Jakarta harus menggunakan hak pilihnya dengan maksimal. "Warga jangan takut dengan berbagai ancaman dan intimidasi dari pihak luar, kami akan tindak tegas bagi pelaku jika kita menemukan di lapangan nanti," tambahnya.

Hal demikian juga disampaikan Tito Karnavian. Pihaknya telah mengerahkan 62.000 personel yang terdiri dari TNI dan Polri guna mengamankan pilkada putaran kedua besok. "Demokrasi milik kita bersama, maka kita rayakan secara aman, damai, dan kondusif," terang Tito.

[ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini