Menko Polhukam pastikan aparat pemda turun langsung tangani korban gempa dan tsunami

Jumat, 5 Oktober 2018 10:50 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Menko Polhukam pastikan aparat pemda turun langsung tangani korban gempa dan tsunami Menko Polhukam rapat dengan Gubernur Sulteng soal penanganan gempa. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya juga melumpuhkan aparat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten terdampak.

Dalam kunjungannya pada Rabu (3/10) kemarin, Jokowi meminta agar Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) menggerakkan kembali roda pemerintahan daerah untuk melayani masyarakat korban terdampak.

Menko Polhukam Wiranto mengumpulkan para pejabat dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Sulteng yang dipimpin langsung Gubernur Sulteng, Kamis (4/10). Wiranto pada rapat perdana di Kantor Gubernur memberikan pengarahan bahwa dalam penanganan bencana, kepala daerah bertanggungjawab melaksanakan berbagai kegiatan penanganan bencana dengan dibantu pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah bertanggung jawab dalam penanganan masalah bencana dengan supervisi ketat dari pusat. Bahkan presiden sendiri turun langsung untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan yang telah dibahas dalam Ratas beberapa hari lalu," tegas Wiranto.

Wiranto menegaskan bahwa para pimpinan daerah adalah panutan rakyat. Harus memberikan pengayoman dan ketauladanan menghadapi musibah dengan sabar tidak panik membangun kebersamaan seluruh warga masyarakatnya.

"Kehadiran para pemimpindan aparatur di tengah masyarakat akan memberikan ketenangan dalam melewati ujian bencana ini," ujar Wiranto.

Wiranto juga menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan pemda dalam rangka menormalisasikan kondisi daerah dalan rangka mempercepat proses pemulihan. Dalam arahannya Wiranto juga menegaskan agar aparat pemda selalu bekerjasama dengan petugas dari pusat serta satuan tugas daerah yang terus melakukan tugas tanggap darurat.

"Segera pulihkan pusat-pusat perekonomian agar kehidupan berjalan normal. Apabila ada kekhawatiran muncul penjarahan maka aparat kepolisian dan TNI akan melakukan pengawalan," kata Wiranto. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini