Menko Polhukam Gandeng Para Kiai Sadarkan Masyarakat Soal Bahaya Covid-19

Rabu, 16 Juni 2021 07:16 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menko Polhukam Gandeng Para Kiai Sadarkan Masyarakat Soal Bahaya Covid-19 Mahfud MD Silaturhami dengan Alim Ulama di Bangkalan Madura. Antara

Merdeka.com - Menko Polhukam, Mahfud MD, mengajak para ulama untuk memberikan imbauan pada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Selain itu, turut mensosialisasikan terkait pentingnya testing agar jika terpapar Covid 19 dapat ditangani dengan cepat.

"Kita melihat fakta, kebanyakan yang dibawa ke Rumah Sakit sudah parah, untuk mencegah itu, agar para ulama mensosialisasikan bahwa tes swab itu penting untuk mengetahui dan agar dapat mencegah," ujarnya dikutip dalam keterangan pers, Rabu (16/6).

Dia meminta kepada masyarakat agar tidak menyepelekan virus yang sudah membunuh banyak orang di dunia. Indonesia sendiri, kata Mahfud, berada di peringkat 18 peringkat dunia.

"Jangan kita masih anggap Covid itu main-main, lihat contoh kasus yang terjadi peningkatan dalam 24 jam di India. Indonesia juga saat ini sudah peringkat 18 dunia dan sampai saat ini sudah mencapai 1,9 juta kasus," demikian dijelaskan Mahfud dalam paparannya.

Mahfud mengklaim pemerintah sudah melakukan banyak hal. Mulai dari berdialog dan meminta pendapat ulama seperti NU, Muhammadiyah dan MUI.

"Namun masyarakat kita ini, apalagi di Bangkalan, kalau tokoh agama mencontohkan, dan bicara, mereka pasti ikut!" ujar Mahfud.

Dalam sesi diskusi dengan menghadirkan pakar kesehatan dari Universitas Airlangga Prof. Abdurrahman, yang juga putera asli kelahiran Bangkalan, Madura, serta Kiai Imam Bukhori Kholil, antara lain dibahas bahwa banyak Kyai sepuh, bahkan Kyai muda wafat karena Covid, ini menjadikan pegangan pilar-pilar kehidupan kita bisa jadi goyah. Semua akibat umumnya karena virus Covid-19. Sehingga semua sepatutnya mengambil contoh menghindari penyakit thoun zaman Nabi dahulu, semata-mata dalam rangka menjaga jiwa.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, berterima kasih kepada Menko yang telah mempertemukan para pemangku kepentingan terkait penanganan Covid-19. Sebab hingga sekarang, lonjakan kasus meningkat 80 persen sejak awal Lebaran.

"Karena lonjakan Covid di Bangkalan, terkoneksi langsung dengan Surabaya, antara lain karena Suramadu. Kasus aktif Covid-19 di Jatim saat ini sebanyak 2.731. Meningkat 80 persen sejak awal lebaran. Kasus aktif di Bangkalan sendiri melonjak menjadi terbanyak di Jatim saat ini sebanyak 451," bebernya.

Diketahui kegiatan tersebut hadir pula Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, dan Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron. Silaturahmi ini dihadiri oleh para Kyai dari se-Bangkalan.

Masyarakat Tidak Mau ke RS

Dalam sambutannya, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron, mengatakan bahwa kondisi saat ini masyarakat sebagian besar tidak mau ke rumah sakit. Tetapi kata dia setelah parah baru ke rumah sakit dan meninggal.

"Sehingga muncul kesimpulan, jangan ke rumah sakit karena pasti mati. Di sini kita perlu meminta kiai-kiai untuk sadarkan masyarakat karena Sebagian besar tidak mau swab. Bahkan ada tiga pesantren mau diswab, satu pesantren gagal karena semua santrinya kabur," ujar Bupati.

Salah satu kiai yang hadir, KH Ahmad Romli Fakhri dari Kecamatan Kokop, Bangkalan, mengatakan senang atas pertemuan kali ini. Dia juga menekankan perlunya kiai untuk menyadarkan masyarakat.

"Selama ini masyarakat lebih percaya bahwa Covid-19 itu hoaks, dan banyak informasi tidak benar lainnya tentang Covid di masyarakat. Sehingga, Alim ulama harus menjadi terdepan dalam mensosialisasikan fakta sesungguhnya tentang Covid-19 dan upaya pencegahannya," ungkapnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini