KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Menko PMK terima Gubernur Guizhou, jajaki kerja sama RI dan China

Senin, 19 Juni 2017 21:18 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Menko PMK terima Gubernur Guizhou. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani menerima audiensi Gubernur Provinsi Guizhou, Sun Zhigang beserta tim di kantor Kemenko PMK, Jalan Merdeka Barat Jakarta , Senin sore (19/6). Pada kesempatan ini, Menko PMK, Puan Maharani menyampaikan apresiasi atas tindak lanjut pertemuan pembahasan kerjasama sebelumnya.

Diketahui bahwa Menko PMK pernah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Guizhou dan menyampaikan pidato pada event tahunan Guizhao. Tercatat Menko PMK melakukan pertemuan dengan Chen Min'er, Party Secretary of CPC Guizhou Provincial Committee. Pertemuan membahas potensi kerjasama pendidikan dan pariwisata Provinsi Guizhou dengan RI.

Gubernur Sun Zhigang menyampaikan, pidato dan kunjungan Menko PMK ke lokasi-lokasi di Provinsi Guizhou memberikan kesan mendalam bagi Provinsi Guizhou. Lebih lanjut, Gubernur Sun Zhigang menyampaikan, tujuan pertemuan kali ini guna membahas lebih lanjut pertukaran dan kerjasama serta membuka era kerjasama yang baru.

Pada pertemuan ini, Menko PMK sekaligus memperkenalkan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey yang turut mendampinginya. Menko PMK menyampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Utara saat ini sedang mencari partner kerjasama pariwisata, perikanan, dan pendidikan sekaligus mengharapkan agar Gubernur Sun Zhigang dapat mengunjungi Sulawesi Utara secara langsung untuk melihat potensi yang dimiliki oleh Sulawesi Utara.

"Tentunya bila kerjasama ini bisa ditindaklanjuti, maka akan lebih baik. Berkaitan dengan pariwisata, saya sempat mengunjungi air terjun Huanggoshou, alamnya sangat mirip Sulut. Oleh karenanya akan saling menguntungkan jika antara Provinsi Sulut dan Provinsi Guizhou dapat menjadi Sister City untuk kerjasama di sektor pariwisata, perdagangan dan perikanan," kata Menko PMK melalui siaran pers, Senin (19/6).

Ditambahkannya, perkembangan hubungan bilateral antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Rakyat China dalam beberapa tahun terakhir sangat baik. Menko PMK juga mengungkapkan, Indonesia senang sebagai negara berkembang pertama yang dapat menjalin High Level Meeting People to People Exchange Mechanism dengan RRT. Pertemuan lanjutan yang ketiga, rencananya akan berlangsung di kota Solo, Jawa Tengah pada November mendatang. Dengan kunjungan Gubernur Sun Zhigang diharapkan mampu mendorong keberhasilan pertemuan ketiga tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sun Zhigang mengungkapkan, di sektor pendidikan terdapat kerjasama dengan 15 perguruan tinggi di Indonesia dan sekitar 20 lebih mahasiswa sedang belajar di Guizhou, ini menandakan hubungan kerjasama pendidikan Pemerintah Indonesia dan Guizhou sangat baik. Di bidang pariwisata, sekitar 12 ribu orang Indonesia berkunjung ke Guizhou tahun lalu.

Ditambahkan Gubernur Sulut, bahwa Sulut telah mengirim 20 anak untuk belajar bahasa mandarin di Guangzhou, 30 anak belajar pertanian di Guangdong dan 60 anak belajar mandarin, pariwisata dan agribisnis.

"Kami sangat mengharapkan kerjasama ini dapat diperluas tak hanya sebatas dengan Provinsi Guizhou namun ke provinsi lain di Tiongkok," harap Olly.

Guizhou setidaknya memiliki 5 strategi pengembangan bakat yang berhasil meningkatkan jumlah profesionalisme antara lain di bidang manajemen perusahaan, teknologi profesional, talenta praktis perdesaan dan talenta bergelar doktor.

Guizhou juga berhasil mengembangkan proyek pembangunan pedesaan dengan memodernisasi sistem produksi, pengolahan dan pemasaran (value chain) komoditas, penyediaan infrastruktur dan bantuan teknis. Guizhou dalam mengentaskan kemiskinan dengan pengaturan status keuangan rumah miskin dan berhasil mengentaskan sebanyak 1,23 juta rumah tangga dari kemiskinan pada 2014.

Gubernur Sun Zhigang juga mengungkapkan, Guizhou memiliki keindahan alam dan taman konservasi serta 2 situs warisan budaya dunia (world heritage) dan berbagai kawasan perlindungan alam dan situs purbakala tingkat nasional. Indonesia dapat mempelajari upaya pelestarian peninggalan budaya dan lingkungan hidup serta promosi pariwisata.

Di sisi lain, Guizhou merupakan pusat industri penting China untuk penerbangan dan elektronik. Di Guiyang (ibu kota provinsi) juga akan mengembangkan 2 taman industri pengobatan modern China. [rnd]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.