Menko PMK Temui JK, Konsultasi Soal Pelaksanaan Tarawih saat Pandemi Covid-19

Rabu, 7 April 2021 15:33 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menko PMK Temui JK, Konsultasi Soal Pelaksanaan Tarawih saat Pandemi Covid-19 Menko PMK Bertemu Dengan JK. ©Istimewa

Merdeka.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, menemui ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) di Kantor PMI, Rabu (7/4). Dalam pertemuan tersebut Muhadjir ingin meminta masukan terkait aturan pelaksanaan salat tarawih dan Idul Fitri di masjid saat pandemi Covid-19.

"Kami menemui pak JK yang merupakan ketua umum DMI dan juga PMI untuk meminta masukan beliau terkait masalah-masalah yang akan muncul seiring dengan diizinkannya pelaksanaan salat tarawih di Masjid-Masjid dan Sholat Idul Fitri di lapangan serta Masjid nanti akan dijalankan," kata Muhadjir usai melakukan pertemuan bersama JK, Rabu (7/4).

Sementara itu, JK pun menyambut baik dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah terkait salat tarawih dan Idul Fitri yang bisa dilaksanakan di masjid. Kemudian juga mengatakan pihak DMI juga sudah membuat surat edaran terkait pelaksanaan protokol kesehatan, dan meminta marbot masjid untuk melakukan pengawasan terkait penegakan protokol kesehatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mengizinkan pelaksanaan sholat tarawih di masjid pada ramadhan tahun ini, kami sudah membuat edaran ke penurus masjid di Indonesia terkait pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat dan juga meminta marbot untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan tersebut," kata JK.

Sebelumnya diketahui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menjelaskan, skema ibadah ramadan di masa pandemi. Dia bilang, ibadah salat tarawih dan Idul Fitri secara jemaah diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Khusus mengenai kegiatan ibadah selama ramadan dan kegiatan Idul Fitri yaitu salat tarawih dan Idul Fitri. Pada dasarnya, diperkenankan atau diperbolehkan. Yang harus dipatuhi adalah protokol harus dilaksanakan dengan ketat," katanya di akun sekretariat presiden, Senin (5/4).

Dia menambahkan, salat tarawih itu boleh dilakukan dengan catatan harus terbatas pada komunitas. Di mana para jemaahnya sudah dikenali satu sama lain. Sehingga jemaah dari luar daerah tersebut tidak diizinkan.

"Begitu juga dalam melaksanakan salat berjemaah ini diupayakan untuk dibuat sesimple mungkin sehingga waktunya tidak terlalu panjang, mengingat dalam kondisi masih darurat," ujarnya.

Kemudian, lanjut Muhadjir, skema salat Idul Fitri juga sama dengan tarawih. Jemaahnya bersifat komunitas yang sudah mengenal satu sama lain.

"Untuk salat Idul Fitri sama. Jadi diizinkan untuk melaksanakan salat di luar rumah, tetap jemaahnya harus bersifat komunitas yaitu dikenal satu sama lain," ujarnya.

Dia mengimbau pelaksanaan salat tarawih dan Idul fitri mematuhi protokol yang sangat ketat supaya menjaga tidak terjadi kerumunan. Terutama pada saat sedang akan datang menuju ke tempat salat jemaah.

"Baik di lapangan maupun di masjid, maupun ketika saat bubar dari salat jemaah. Sehingga dihindari betul adanya kerumunan yang terlalu besar, sehingga semuanya bisa berjalan dengan aman," pungkas Muhadjir. [ded]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini