Menko PMK Tekankan Pentingnya Air Bersih dan Sanitasi untuk Atasi Stunting

Selasa, 23 Maret 2021 10:30 Reporter : Merdeka
Menko PMK Tekankan Pentingnya Air Bersih dan Sanitasi untuk Atasi Stunting Menko PMK Muhadjir Effendy. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan pentingnya ketersediaan air bersih dan sanitasi untuk mengatasi masalah stunting pada anak. Menurut dia, intervensi penyediaan air minum, sanitasi yang layak, dan perubahan perilaku berkontribusi 70 persen dalam mencegah stunting.

"Jadi bukan hanya soal gizi bayi, bukan hanya pemberian asupan gizi yang memenuhi standard untuk ibu hamil ibu menyusui. Tetapi penyediaan air minum dan sanitasi layak mempunyai share yang besar" kata Muhadjir dikutip dari siaran persnya, Selasa (23/3).

Dia menyampaikan bahwa angka stunting di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 27,6 persen.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan angka stunting menurun menjadi 14 persen di 2024. Untuk itu, pemerintah menjadikan akses terhadap air bersih dan pelayanan sanitasi sebagai salah satu program prioritas nasional.

Hal itu terbukti dengan adanya Perpres Nomor 185 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi. Dalam aturan itu, terdapat empat kebijakan dan strategi yang ditekankan pemerintah.

"Pertama, peningkatan tata kelola kelembagaan untuk penyediaan air minum layak dan aman, Kedua, peningkatan kapasitas penyelenggara air minum," jelas Muhadjir.

"Ketiga, pengembangan dan pengelolaan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM), Keempat, perubahan perilaku masyarakat serta upaya konservasi sumberdaya air," sambungnya.

Dia menyampaikan, pada tahun 2020, sebanyak 90,21 persen Rumah tangga memiliki akses air minum layak, dan 20,69 persen rumah tangga memiliki air minum perpipaan. Sedangkan pada tahun 2024, Indonesia harus mencapai 100 persen akses air minum layak, 15 persen akses air minum aman, 30 persen akses air minum perpipaan, dan 10 juta sambungan rumah.

"Ini kerja keras kita bagaimana mengetuk ruang kesadaran masyarakat kita. Sehari-hari kita masih berperilaku boros terhadap air tidak pernah berpikir bahwa setiap tetes air itu mengandung makna untuk kehidupan," tutur Muhadjir.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini