Menko PMK: Nekat akan Kami Karantina, Percuma Mudiknya

Selasa, 11 Mei 2021 11:14 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menko PMK: Nekat akan Kami Karantina, Percuma Mudiknya Pemudik motor matikan kendaraan di Kedungwaringin. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pemerintah tidak main-main terkait adanya larangan mudik untuk masyarakat.

Muhadjir mengatakan, pemerintah telah jauh-jauh hari berkoordinasi agar Satgas Covid-19 dapat bersiaga mulai dari tingkat dusun, kelurahan, hingga kabupaten/kota sehingga masing-masing juga telah menyediakan tempat karantina bagi pemudik yang nekat sampai di kampung halaman.

"Tadi saya sudah meminta jaminan dari Kemendes PDTT dan Kemendagri bahwa pembiayaan untuk itu akan ada dan sudah disediakan. Jadi ini tidak main-main pemerintah untuk memperketat mudik ini sampai di tujuan akhir dari mereka yang nekat mudik. Yang datang juga akan kita tangani, kita urus betul, kita karantina. Akan percuma saja nanti mudiknya," katanya saat melakukan pengecekan langsung ke Gerbang Tol Cikarang, dikutip dalam keterangan pers, Selasa (11/5).

Dia pun mengatakan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Wakapolres Metro Bekasi AKBP Rikson Situmorang, dan Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal, memastikan proses penyekatan aktivitas calon pmudik di gerbang tol tersebut berjalan lancar. Muhadjir pun mengapresiasi langkah para Polantas hingga Kementerian Kesehatan.

Sementara itu berdasarkan laporan Ditlantas, Muhadjir mengungkapkan bahwa proses pemutarbalikkan calon pemudik yang masih nekat telah diatur sedemikian rupa. Oleh karenanya, tidak terjadi kekisruhan apalagi sampai menimbulkan kerumunan massa.

"Karena ini berkaitan dengan masalah kesadaran, yang belum sadar disadarkan. Kalau pun seandainya nanti memang akhirnya ada yang lepas pemudik itu pasti tetap akan diurus sampai di tingkat tujuan akhir dia," bebernya.

Kemudian pada kesempatan tersebut, Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal meyakinkan bahwa pihaknya terus bersiaga 24 jam guna mengantisipasi pergerakan calon pemudik. Untuk itu, tidak ada perbedaan penjagaan siang ataupun malam.

"Jadi 24 jam kita di sini simultan bergantian perjam. SOP dalam melakukan pergantian juga sama, jadi tidak ada perbedaan jam pemudik bisa lolos atau tidak. Kita 24 jam selalu ada di lapangan dan melakukan pengecekan, tidak ada perbedaan sama sekali karena SOP-nya sama," tegas Akmal.

Menko PMK menegaskan sebelumnya bahwa pelarangan mudik ini bukan untuk memutus silaturahmi. Tetapi untuk memutus penularan Covid, terutama dari desa ke kota.

"Apalagi kini secara global Covid sedang meningkat tajam. Ini juga demi keselamatan orang tua, sesepuh, dan sanak saudara di kampung. Silaturahmi (berbagi kasih sayang) di masa pandemi tetap bisa dilakukan dengan teknologi," bebernya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini