Menko PMK Jelaskan Tahapan Pemulangan WNI dari Luar Negeri

Selasa, 31 Maret 2020 13:39 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menko PMK Jelaskan Tahapan Pemulangan WNI dari Luar Negeri muhadjir effendy. Dok. Humas Menko PMK

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan skenario pemulangan WNI dari negara lain. Dia menyebut para WNI itu akan melewati rentetan prosedur sampai tiba di daerah asal mereka.

"Secara kronologi, rencana skenario pemulangan nanti adalah para WNI ini akan diperiksa terlebih dulu dari asalnya," kata Muhadjir usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo melalui siaran telekonference, Selasa (31/3).

Dia menjelaskan ada 4 kategori yang akan diperiksa. Yaitu WNI yang bekerja di daratan dengan segala latar belakang, terutama dari Malaysia. Kedua, anak buah kapal (ABK) khususnya kapal pesiar. Ketiga yaitu kelompok jemaah tabligh Indonesia yang saat ini berada di India, keempat yaitu WNI umum yang akan masuk ke Indonesia.

Pemerintah juga akan indentitas lengkap hingga tujuan terakhir ke Indonesia. "Status kesehatan yang bersangkutan sebelum berangkat. Dia harus dapatkan Health Sertificate dari yang berwenang dari negara asal dan akan dibantu kedutaan besar di tempatnya," ungkap Muhadjir.

Muhadjir mengungkapkan kepulangan mereka juga sehingga tidak serentak datang ke Indonesia. Hal tersebut bertujuan agar para WNI mudah dikendalikan. Sesampainya di Indonesia, mereka akan pulang melewati jalur bandara dan pelabuhan.

"Untuk yang pelabuhan, khususnya dari WNI dari Malaysia, nanti penanganannya di samping diserahkan ke KKP Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk kesehatannya, juga melibatkan TNI-Polri," ungkap Muhadjir.

Meski dari negara asal sudah melalui pemeriksaan kesehatan, kata Muhadjir, para WNI akan diperiksa ulang kesehatannya. WNI akan dibagi dalam dua kategori yaitu mereka sehat dan bergejala corona.

"Pertama pemilahan dari status kesehatan. Mereka akan dicek kesehatan oleh KKP oleh dokter. Akan ditetapkan 2 status, yakni status sehat alias tidak bergejala Covid-19 dan status bergejala Covid-19," lanjut Muhadjir.

Jika ada yang bergejala, WNI akan dilakukan isolasi di empat pusat karantina yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Di pulau Galang, ketiga di pulau Natuna, keempat di Pulau Sebaru. Ini bagi mereka yang bergejala. Sedangkan yang sehat akan dikembalikan ke daerah masing-masing," ungkap Muhadjir.

1 dari 1 halaman

Setelah melakukan karantina atau dinyatakan sehat, mereka akan disaring kembali untuk ke daerah asal. Jika menggunakan jalur laut, mereka akan menggunakan KRI dan berlabuh di daerah masing-masing. Setibanya di daerah asal, WNI tersebut akan ditangani oleh pemerintah daerah setempat.

"Sesampai daerah masing-masing akan ditangani Pemda," ungkap Muhadjir.

Tidak sampai di situ, jika mereka sudah sampai tempat tujuan, mereka menjalankan karantina di tempat selama 14 hari. Muhadjir menyebut seluruh daerah sudah siap melakukan proses karantina.

"Setiap desa, oleh Kemendes sudah disiapkan karantina kalau seandainya ada yang datang dari luar negeri ini," ungkap Muhadjir. [ray]

Baca juga:
Tanggapan Menko Muhadjir Soal Anies Minta Karantina Wilayah Atasi Corona
Pemerintah Kebut Aturan Main Lockdown
Pemerintah Percepat Pencairan Dana Klaim RS yang Tangani Corona
Kemenko PMK Bantah Muhadjir Masuk Rumah Sakit Karena Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini