Menko Mahfud Usul Ada Fasilitas BBM Keliling Bantu Pemudik Natal dan Tahun Baru

Jumat, 13 Desember 2019 12:29 Reporter : Merdeka
Menko Mahfud Usul Ada Fasilitas BBM Keliling Bantu Pemudik Natal dan Tahun Baru mahfud md. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Libur Natal dan Tahun Baru 2020 tidak lama lagi. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, berharap pihak-pihak terkait bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban untuk warga yang hendak pergi berlibur.

"Misalnya tempat penjualan bahan bakar jadi tidak hanya di SPBU, ada juga mobil berjalan yang menjajakannya di berbagai tempat. Juga ada tangki sementara, semacam jeriken, sehingga orang tak harus jauh-jauh kalau mau mencari, itu sudah dipersiapkan Pertamina," tutur Mahfud di Auditorium STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/12).

Mahfud memastikan, pemerintah sudah memetakan sejumlah titik rawan macet, kecelakaan, hingga soal kebutuhan bahan bakar. Hanya saja, Mahfud enggan membeberkan saat ini.

"Bahkan titik-titik yang biasa-biasa saja, yang artinya secara rutin dijaga, itu sudah disiapkan semua," jelas Mahfud.

Kakorlantas Polri, Irjen Istiono, menambahkan pihaknya masih mengkaji kendaraan pengangkut bahan bakar keliling di tol. Sebab pengadaannya sendiri masih belum dimungkinkan terjadi.

"Kalau di tol BBM keliling nggak mungkin ya, di arteri dipersiapkan seperti tahun sebelumnya. Tadi Pertamina sudah siapkan langkah antisipasi ya, sudah maksimal lah, bagus dapat koordinasi dengan tol. Tadi sudah tahu apa yang memang dia perbuat semaksimal mungkin di bagian masing-masing untuk arus mudik nataru ini," kata Istiono.

Kemudian soal lokasi penempatan kendaraan BBM keliling, bisa diatur secara situasional. Sambil melihat setiap perubahan titik kebutuhan akan bahan bakar.

"Pas puncaknya saja, kayaknya pas puncaknya mereka harus antisipasi," Istiono menandaskan.

2 dari 2 halaman

Titik Jalan Rawan Macet

Ditambahkan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono, ada enam titik wilayah rawan macet.

"Di Medan Berastagi, di Jabar ada di arah ke Puncak dan Lembang, juga Merak. Kemudian ada beberapa lokasi rawan macet karena menyempit, bottle neck, dan akibat pasar tumpah. Ada juga pasar yang tiba-tiba muncul di pinggir jalan," jelas Argo.

Kemudian untuk titik rawan kecelakaan lalu lintas, lanjutnya, ada tiga wilayah yang terus menjadi perhatian.

"Itu di Tol Cikampek, kemudian Cileungsi, dan beberapa tol yang dikatakan rawan adalah yang lurus, yang panjang, sehingga kadang sopir terlena dengan kelurusan jalan, yang jalannya lebar, sehingga bisa mengantuk dan mengakibatkan kecelakaan," jelas dia.

Argo menyebut, kondisi tersebut akan ditangani dengan gelar operasi lilin 2019 yang akan dilaksanakan 10 hari. Mulai tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan 1 Januari 2020.

"Prediksi arus mudik itu kita melihat tanggal 25 kan Hari Natal. Tanggal 21 dan 22 itu puncak mudiknya. Kemudian menghadapi tahun baru ini, arus mudik kedua diperkirakan meningkat juga. Arus baliknya di 1 Januari atau 2 Januari 2020," Argo menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com [lia]

Baca juga:
Mahfud Md: Terorisme Jadi Atensi Kerawanan Natal dan Tahun Baru 2019
Pernak-pernik Natal Mulai Diburu Warga
Pertamina Jamin Stok BBM di Malang Aman Selama Natal dan Tahun Baru
Cantiknya Dekorasi Natal Hiasi Mal Central Park
Anies Pastikan Stok Pangan di DKI Jelang Natal dan Tahun Baru Aman
Hotel-Hotel di Banyuwangi: Tak Ada Larangan Pasang Atribut Natal dari Kepolisian

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini