Menkes: Puncak Kasus Covid-19 Sudah Terlampaui, Terutama Pulau Jawa

Senin, 2 Agustus 2021 15:39 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menkes: Puncak Kasus Covid-19 Sudah Terlampaui, Terutama Pulau Jawa Diagram Puncak Kasus Covid-19 di Jawa-Bali. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini angka kasus Covid-19 di Jawa dan Bali sudah mulai melandai. Hal tersebut terlihat berdasarkan grafik laporan harian kasus, tren kasus di Pulau Jawa dan Bali mencapai puncaknya 15 Juli 2021 yaitu 43.925 kasus dan terjadi penurunan hingga 60%.

"Saya tahu ini belum 100 persen selesai dan kita masih harus terus waspada. Tetapi ini saatnya kita bersama-sama mensyukuri apa pun kelebihan dan kekurangannya, kita bisa melihat puncak kasus Covid-19 sudah terlampaui, terutama Pulau Jawa," ungkap saat konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).

Dia menjelaskan, penurunan kasus tersebut disebabkan adanya PPKM Darurat atau level 4. Sebelumnya kasus di Jawa dan Bali mencapai 70%.

"Kondisi pandemi yang kita lihat terutama di Jawa dan Bali, hampir 70persen kasus di sini. Sejak PPKM Darurat di mulai, sejak 13 hari," ungkapnya.

"Alhamdulillah sudah kena di puncak dan kita bisa lihat penurunannya. Memang kami harus mengakui penurunan di jawa ini, dibarengi di luar jawa," tambahnya.

Sebelumnya diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh masyarakat tetap waspada. Sebab kata dia saat ini virus yang datang sulit diduga kehadirannya. Hal tersebut dikatakan Jokowi saat rapat terbatas bersama para menteri terkait penanganan pandemi Covid-19.

"Bapak Presiden menekankan, selain kita bersyukur kita harus tetap waspada, karena memang virus ini sulit diduga, penyebarannya yang terjadi di mana-mana seluruh. Indonesia termasuk yang kemarin kena, naik tinggi sesudah India ," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers diakun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/8).

Budi juga mengatakan saat ini negara-negara besar di dunia sedang alami kenaikan kasus. Seperti Amerika yang sudah mencapai 100.000. Walaupun demikian Budi membeberkan saat ini kasus di Indonesia mulai melandai.

"Kita bersyukur bahwa kasus konfirmasi di Indonesia sudah menurun. Demikian juga dengan bor Rumah Sakit, tekanannya sudah menurun rata-rata 7 hari terakhir ini," bebernya.

"Jadi Pak Presiden menekankan kita bersyukur kerja keras kita sudah berhasil menurunkan angka konfirmasi, tekanan di rumah sakit, tapi jangan lupa kita harus terus waspada," tambahnya. [fik]

Baca juga:
Gibran Perintahkan 36 Pejabat Baru di Solo Turun ke Lapangan: Jangan Tunggu Viral
CEK FAKTA: Hoaks, Unggahan Sebut Vaksin AstraZeneca Dibuat Tahun 2018
Menkes Sebut Berdasarkan Sejarah Pandemi Tak Mungkin Selesai Dalam 1 Tahun
Kemenkes Temukan Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Daerah PPKM Level 4 Jawa-Bali
Sumbangan Rp2 T dari Keluarga Akidi Tio Ternyata Bohong, Anak Bungsu Jadi Tersangka
Satgas Covid-19 Bongkar Tenda Wisata di Kabupaten Bandung
Anak dan Dokter Keluarga Akidi Tio Diamankan Terkait Sumbangan Rp2 Triliun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini