Menkes Minta Pemda Lapor Data Testing Covid-19 Secara Lengkap

Senin, 7 Juni 2021 13:24 Reporter : Supriatin
Menkes Minta Pemda Lapor Data Testing Covid-19 Secara Lengkap Budi Gunadi Sadikin. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah melakukan testing Covid-19 kepada masyarakat dengan disiplin. Dia juga meminta pemerintah daerah melaporkan data testing Covid-19 secara lengkap.

"Saya minta (data testing Covid-19) dilaporkan secara lengkap. Dengan demikian kita bisa lakukan langkah antisipasi kalau ada yang terkena," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/6).

Selain testing, Budi juga meminta pemerintah daerah menegakkan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun. Dia menyarankan, pemerintah daerah menjelaskan pentingnya protokol kesehatan dengan baik kepada masyarakat.

Sementara bagi masyarakat, Budi mengimbau agar tak takut mengikuti proses tracing. Tracing, kata dia, sangat penting untuk menelusuri kontak erat dan penularan Covid-19.

"Kalau misalnya Anda terkena (Covid-19) enggak usah khawatir, enggak usah takut bahwa ini kalau kena nanti bagaimana. Kita tanyakan supaya kita kurangi laju penularan," ucapnya.

Tak hanya tracing, Budi mengingatkan masyarakat pentingnya isolasi mandiri jika terpapar Covid-19.

"Kalau sudah positif kena (Covid-19), bapak ibu, 80 persen penyakit ini bisa sembuh sendiri tetapi butuh tempat isolasi supaya tidak menularkan. Jadi tolong secara swadaya sudah banyak daerah yang punya tempat isolasi mandiri," jelasnya.

Sebelumnya, Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo mengatakan banyak kasus Covid-19 di Indonesia yang tidak tersentuh testing. Bahkan, data yang dilaporkan pemerintah saat ini, hanya sepersepuluh dari total kasus Covid-19 sesungguhnya.

"Semua ahli sudah mengatakan kasus-kasus yang dilaporkan sekarang ini hanya sekadar 1/10 atau 1/8 dari kasus yang sesungguhnya," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (7/6).

Windhu menyebut, pemerintah daerah tidak transparan soal data Covid-19. Selain itu, pemerintah daerah tidak melaporkan data kasus positif dan kematian Covid-19 secara utuh kepada pemerintah pusat.

"Jadi kalau datanya sekian, mungkin yang dilaporkan cuma sekian. Separuhnya, seperempatnya. Belum lagi yang dicicil-cicil itu, baik positif maupun kasus kematiannya," jelasnya.

Windhu juga menyoroti daerah yang kemungkinan sengaja tidak meningkatkan kapasitas testing Covid-19. Misalnya Madura. Rendahnya testing di Madura membuat daerah tersebut hanya masuk zona kuning selama beberapa bulan terakhir.

"Kepala daerahnya tidak mau melakukan testing dengan baik. Bahkan mungkin memang sengaja tidak melakukan testing. Jadi seakan-akan kuning padahal apa, ya seperti bara di bawah sekam, nggk kelihatan," ujar dia.

Windhu menjelaskan, dalam mengendalikan wabah, pemerintah seharusnya meningkatkan kapasitas testing dan tracing. Tak hanya wabah Covid-19, tapi juga wabah menular lainnya. Testing dan tracing merupakan kunci utama dalam menemukan dini penyakit menular.

"Tapi kita kan untuk testing Covid-19 rendah, Tidak sesuai dengan pakem. Penanggulangan itu mencari kasus, case finding. Lah kita ini justru pakem itu tidak dijalankan dengan baik. Jadi penularan di bawah permukaan itu luar biasa banyak dan itu bom waktu," jelasnya. [eko]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini