Menkes: Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Telat Masuk RS dan Saturasi Oksigen Rendah

Senin, 26 Juli 2021 16:39 Reporter : Merdeka
Menkes: Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Telat Masuk RS dan Saturasi Oksigen Rendah Menkes Budi Gunadi Sadikin. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan banyak pasien Covid-19 yang meninggal dunia dikarenakan mereka terlambat masuk ke Rumah Sakit (RS). Selain itu, saturasi oksigen mereka sudah sangat rendah sehingga tak lagi bisa tertolong.

"Akhir-akhir ini Presiden memberikan arahan, banyak yang wafat. Saya sudah cek dengan banyak Direktur RS penyebabnya, telat masuk. Saturasi sudah sangat rendah," kata Budi dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27/6).

Untuk itu, dia menekankan pentingnya pasien Covid-19 rutin mengecek saturasi oksigen dengan alat oxymeter. Pasien Covid-19 yang saturasinya sudah dibawah 94 persen harus segera dilarikan ke RS atau tempat isolasi terpusat.

"Kalau (saturasinya) itu di atas 94 persen gausah dibawa, karena akan menuh-menuhin RS-nya. Orang yang butuh masuk jadi enggak bisa masuk, ya biarin di rumah. Yang penting ukur saturasi. Kalau di bawah 94 persen baru dibawa ke RS," kata dia.

"Jangan sampai turun sampai 80 sampai 70 sebab merasa sehat," sambung Budi.

Menurut dia, banyak pasien Covid-19 yang merasa dirinya sehat karena hanya mengalami gejala batuk kecil dan tak mau ke tempat isolasi. Bukan hanya itu, Budi mengungkapkan banyak pasien yang tak mau menjalani tes.

"Sekali lagi, ang banyak wafat adalah karena terlambat masuk ke RS," tegas dia.

Padahal, Budi menjelaskan bahwa Covid-19 adalah penyakit yang dapat disembuhka apabila mendapat penanganan dini. Dia mencotohkan dari 100 persen yang sakit di seluruh dunia, hanya 20 persen yang masuk ke RS.

Kemudian, yang meninggal dunia sekitar 1,7 persen. Angka ini lebih rendah daripada kematian akibar TBC atau HIV. Oleh sebab itu, masyarakat yang terpapar virus corona harus dirawat dengan tepat dan cepat.

"Jadi kalau sudah positif cepat dites. Setelah dites cepat ukur saturasi. Kalau saturasi di atas 94 persen stay at home (isolasi di rumah). InsyaAllah akan sembuh. Tetapi kalau di bawah itu nah itu harus segera dikirim ke RS atau isolasi terpusat," tutur Budi Gunadi.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini