Meniru Semangat Belajar dan Pantang Menyerah BJ Habibie

Kamis, 12 September 2019 15:20 Reporter : Hari Ariyanti
Meniru Semangat Belajar dan Pantang Menyerah BJ Habibie Pemakaman BJ Habibie di TMP Kalibata. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Putra sulung Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) Ilham Habibie membacakan pesan dan kenangan bersama sang ayah selama hidup. Menurut Ilham, ayahnya tak hanya menjadi inspirator bagi keluarga namun juga Indonesia dan negara lainnya.

"Kita kehilangan bapak, sahabat, panutan, negarawan, inspirator, idola. Keahlian bapak, bakatnya bapak itu merupakan bagian dari bagaimana wafat itu contoh dari kehidupan bapak dikelilingi oleh keluarga, sahabat, teman-teman seperjuangan dan teman pada umumnya," kata Ilham usai pemakaman sang ayah di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Ilham melihat perlakuan diberikan keluarga hingga teman-teman merupakan bentuk cinta sang ayah semasa hidup. Ilham mengatakan, semua orang terlihat mendoakan dan memberikan ciuman kepada sang ayah.

"Hidup bapak dapat digambarkan seperti ini. Hidup adalah perjuangan untuk kebaikan tadi bapak Jokowi sudah memberikan gambaran perjuangan untuk menghadapi teknologi di Indonesia dan kemajuan bangsa dan negara. Ada pula perjuangan demokrasi agar ditunjukkan di dunia ini compatible dan yang terakhir dari kaca mata kami adalah contoh mengenai cinta. Cinta itu tentu suami istri, cinta kepada anak, saudara, cinta kepada kerjaan cinta kepada negara dan bangsa cinta kepada dunia ini dan cinta seluas-luasnya," ujar Ilham.

Dia pun mengajak semua pihak meniru semangat belajar dan pantang menyerah dari BJ Habibie. Hal itu pun selalu dipesankan BJ Habibie kepada seluruh keluarga.

"Marilah kita belajar dari seorang guru bangsa sebagaimana beliau punya sikap pertama sampai akhir hayatnya bapak tidak pernah mau berhenti belajar. Selalu ada hal-hal baru yang lebih baik. Kemudian bapak tidak pernah menyerah, tidak kenal lelah untuk mencapai tujuan. Kita semua tahu bahwasanya usia sudah lanjut dengan menderita penyakit bapak tetap setia untuk hadir memberikan masukan untuk segala macam nasihat namun tentu ada batasnya karena usia," imbuhnya.

"Sikap bapak terbuka merangkul semua pihak tidak membedakan pihak siapa pun dan mencoba memanage yang kurang baik ada di siapa pun tentu bukan hanya sebatas di Indonesia bapak punya jejak di sejumlah negara di Jerman, China, jepang, Turki, Prancis. Marilah kita juga belajar dari bapak semangatnya itu yang tak kenal lelah biarpun bapak mau wafat bapak panggil keluarga bagaimana pun situasi apapun bersatu dan persatuan kita bisa kita ini saudara di Indonesia, keluarga Indonesia, kita adalah keluarga semua. Dalam hal ini saya juga ingin mengucapkan yang sama bapak sampaikan semangat ini diterapkan untuk mewujudkan negara umat dan dunia sampai jumpa di akhirat bapak eyang tercinta selamat jalan dan kita mencintai eyang semua mudah-mudahan isyaAllah khusnul khotimah dan minta maaf yang telah diperbuat eyang," tandasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini